MerahPutih.com - Kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno kian memicu kekhawatiran warga. Area kebakaran sudah semakin dengan dengan kawasan pemukiman warga penduduk sekitar Gunung Arjuno.
Jarak titik api dari permukiman warga sekitar 2–3 km,
Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jawa Timur, Muhammad Amrul, kepada media.
Meski begitu, Amrul menegaskan aktivitas warga hingga saat ini masih berjalan normal. Hanya saja, jalurr pendakian di Gunung Arjuno-Welirang kini sudah ditutup sementara demi keamana dan keselamatan.
Baca juga:
Demi Keselamatan Pendaki, Jalur Pendakian Gunung Arjuno dan Welirang Ditutup Sementara
Pemkab Pasuruan Siap Cairan Anggaran Belanja Tidak Terduga
Merespon situasi terkini itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bergerak cepat menyiapkan anggaran dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Anggaran BTT itu rencananya akan dialokasikan untuk memperbaiki jaringan pipa air bersih sepanjang 5,2 kilometer yang rusak akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit.
Pemkab Pasuruan memastikan pencairan dana BTT akan dipercepat agar distribusi air dari tandon penampungan menuju rumah-rumah warga dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Solusi jangka pendeknya melalui penyaluran air bersih bagi warga terdampak,
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo
Baca juga:
Tutup Sejak Agustus 2023, Gunung Arjuno Dibuka Lagi untuk Pendaki
Solusi Jangka Panjang
Bupati menjabarkan hasil inventarisir awal kawasan yang mengalami gangguan distribusi air bersih akibat kebakaran hutan kedua gunung itu meliputi mengalami gangguan pasokan.
Untuk jaringan air yang melayani wilayah Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi itu juga masih dalam pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
"Solusi jangka panjangnya adalah perbaikan jaringan pipa menggunakan material besi yang tahan api dengan target pengerjaan mulai pekan depan," tandas Bupati Pasuruan itu. (*)