Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026

MerahPutih.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, belum berhasil dipadamkan. Api dilaporkan terus meluas hingga mengancam sumber mata air warga, sehingga penanganan kebakaran ditingkatkan dan upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat maupun udara.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan karhutla di kawasan Gunung Lawu telah ditingkatkan setelah pemerintah kabupaten setempat menetapkan status tanggap darurat.

“Kami sudah koordinasi. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB,” kata Luthfi, Rabu (21/10).

Pemadaman Udara Terkendala Angin Kencang

Upaya pemadaman melalui udara menggunakan helikopter telah dilakukan dalam dua sorti penerbangan. Namun, angin kencang dan kondisi cuaca menjadi kendala bagi pilot saat melakukan manuver untuk mendukung operasi pemadaman.

Penggunaan helikopter untuk pemadaman melalui metode water bombing juga menghadapi tantangan akibat angin.

Sementara itu, petugas gabungan terus melakukan pemadaman secara manual di kawasan terdampak. Petugas juga membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api agar tidak menjalar ke area hutan lainnya.

Petugas gabungan melakukan pemadaman secara manual sekaligus membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api agar tidak menjalar ke area lain,

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Berdasarkan laporan penanganan yang disampaikan Luthfi, api telah membakar sekitar 940 hektare kawasan hutan di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Baca juga:

Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup

Api Dekati Sumber Mata Air, Posko Baru Dibuka di Candi Cetho

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Sugiharjo, menyebut kebakaran di lereng Gunung Lawu semakin membesar dan meluas. Luas kawasan hutan yang terbakar juga bertambah.

Total hutan terbakar sekitar 490 hektar di Gunung Lawu. Api semakin mendekati mata air warga, sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi untuk menyelamatkan pipa air tersebut,

Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo.

Untuk mengantisipasi api mendekati pipa sumber mata air, objek wisata, dan permukiman, posko baru dibuka di kawasan Candi Cetho.

Menurut Sugiharjo, operasi dari Pos Cetho akan difokuskan pada pemeriksaan kondisi pipa sumber mata air, pengamanan jalur dan titik penempatan pipa, serta pendataan sarana dan kondisi di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap sarana penyaluran air warga dan kawasan di sekitarnya.

“Kami berharap api segera padam,” pungkasnya.

Ahmad Luthfi Minta Penyebab Kebakaran Gunung Lawu Diselidiki

Di tengah upaya pemadaman, Ahmad Luthfi meminta kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran di kawasan gunung tersebut. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah agar kemungkinan adanya unsur kesengajaan turut didalami.

Kapolda juga saya koordinasikan dengan jajaran untuk melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada unsur kesengajaan di sana,

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Menurut Luthfi, penyelidikan diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terulang.

Kebakaran di kawasan pegunungan tidak hanya mengancam kelestarian hutan, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan pendaki, petugas pemadam, serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.

Baca juga:

Gunung Lawu Terbakar, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Masyarakat Diminta Waspadai Pemicu Kebakaran

Luthfi juga mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika berada di kawasan hutan dan pegunungan.

Pembakaran terbuka serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan harus dihindari untuk mengurangi risiko munculnya titik api baru.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar upaya pencegahan kebakaran itu harus kita maksimalkan,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Artikel Asli