MerahPutih.com - Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United mulai menjadi tanda tanya besar setelah timnya menelan kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions beberapa waktu lalu.
Sejumlah nama pelatih top, termasuk Julian Nagelsmann, Eddie Howe, dan Antonio Conte, dikabarkan masuk dalam pembahasan calon penggantinya.
Hasil buruk tersebut menambah tekanan terhadap Carrick yang mengambil alih tim pada Januari. Manchester United baru mengumpulkan tujuh poin dari tujuh pertandingan Liga Inggris 2026/2027 dan berada di posisi ke-13 klasemen berdasarkan data yang tersedia.
Meski demikian, manajemen Manchester United disebut masih mempertahankan Carrick untuk sementara waktu. Laga berikutnya melawan Bournemouth pada Minggu, 25 Oktober 2026, bisa menjadi kesempatan penting bagi pelatih asal Inggris itu untuk memperbaiki situasi.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Eddie Howe disebut sebagai salah satu kandidat terkuat. Sementara itu, Julian Nagelsmann dan Antonio Conte menawarkan pengalaman serta pendekatan taktik yang berbeda untuk membenahi performa Setan Merah.
Baca juga:
Michael Carrick Terancam Dipecat Manchester United, Julian Nagelsmann Masuk Radar
1. Eddie Howe, Kandidat Terkuat Pengganti Michael Carrick

Pelatih Newcastle Eddie Howe. (newcastleunited.com)
Eddie Howe menjadi salah satu nama yang paling sering dikaitkan dengan kursi pelatih Manchester United. Menurut laporan yang dikutip Fussballdaten dari Talksport, mantan pelatih Newcastle United tersebut disebut sebagai favorit untuk menggantikan Carrick.
Keunggulan utama Howe terletak pada kemampuannya membangun tim dalam proyek jangka panjang. Selama menangani Newcastle, ia membantu klub tersebut berkembang menjadi tim yang lebih kompetitif dan mampu bersaing di level atas sepak bola Inggris.
Howe dikenal menyukai permainan dengan intensitas tinggi, tekanan agresif terhadap lawan, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Pendekatan tersebut berpotensi membantu Manchester United meningkatkan energi permainan dan memperbaiki koordinasi antarlini.
Faktor lain yang membuat Howe menarik adalah pengalamannya di Premier League. Ia tidak memerlukan waktu adaptasi sepanjang pelatih yang baru pertama kali bekerja di Inggris.
Namun, ada sejumlah tantangan yang harus dipertimbangkan. Manchester United memiliki tekanan dan ekspektasi yang jauh lebih besar dibandingkan sebagian besar klub yang pernah ditangani Howe. Ia juga perlu memastikan pendekatan intensitas tinggi dapat diterapkan secara konsisten dengan komposisi pemain yang tersedia.
Howe dikabarkan berpisah dengan Newcastle pada musim panas 2026. Jika informasi mengenai statusnya yang tidak terikat klub masih berlaku, Manchester United berpotensi merekrutnya tanpa harus bernegosiasi mengenai kompensasi dengan klub lain.
Baca juga:
Manchester United Dibantai Como, Bruno Fernandes Pertanyakan Taktik Michael Carrick
Analisis: Howe menjadi opsi yang relatif praktis jika Manchester United menginginkan pelatih berpengalaman di Premier League dengan pendekatan pembangunan tim jangka panjang.
2. Julian Nagelsmann, Pelatih Modern dengan Pendekatan Taktis Fleksibel

Julian Nagelsmann. Foto: Dok/DFB
Julian Nagelsmann menjadi salah satu kandidat menarik dalam pembahasan calon pengganti Michael Carrick.
Pelatih asal Jerman tersebut memiliki pengalaman menangani sejumlah klub besar, termasuk Bayern Munchen dan RB Leipzig, sebelum memimpin tim nasional Jerman.
Nagelsmann dikenal sebagai pelatih modern yang mengutamakan fleksibilitas taktik. Ia dapat menyesuaikan formasi berdasarkan lawan, memanfaatkan pergerakan antarpemain, dan membangun serangan melalui kombinasi posisi yang dinamis.
Karakter tersebut berpotensi sesuai dengan kebutuhan Manchester United yang masih berusaha menemukan keseimbangan antara permainan menyerang dan pertahanan.
Kekuatan Julian Nagelsmann
Salah satu kelebihan Nagelsmann adalah kemampuannya mengembangkan pemain melalui sistem permainan yang terstruktur.
Ia juga terbiasa bekerja dalam lingkungan dengan tuntutan tinggi, terutama saat menangani Bayern Munchen dan tim nasional Jerman.
Pengalamannya di level elite dapat menjadi modal untuk membangun kembali identitas permainan Manchester United. Dengan pendekatan taktik yang fleksibel, Nagelsmann berpotensi mengoptimalkan pemain yang sudah tersedia tanpa harus sepenuhnya bergantung pada perekrutan baru.
Namun, ada faktor risiko yang tidak bisa diabaikan. Nagelsmann belum memiliki pengalaman melatih di Premier League.
Baca juga:
Manchester United Dibantai Como 1-4, Michael Carrick: ini Tidak Bisa Diterima
Ia juga akan menghadapi tekanan besar di Manchester United, klub yang telah beberapa kali mengganti pelatih sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013.
Mantan CEO Bayern Munchen, Oliver Kahn, bahkan mengingatkan bahwa Nagelsmann perlu mempertimbangkan secara matang langkah berikutnya jika mendapat tawaran dari Manchester United. Menurut Kahn, minimnya pengalaman Nagelsmann menangani klub di luar Jerman menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan.
Seberapa Besar Peluang Nagelsmann ke Manchester United?
Peluang Nagelsmann bergantung pada keseriusan manajemen Manchester United dan kesediaannya menerima tantangan di Inggris. Statusnya sebagai kandidat yang dikaitkan media tidak berarti sudah ada kesepakatan atau negosiasi resmi.
Jika klub menginginkan pelatih dengan pendekatan taktik modern dan potensi membangun tim untuk jangka panjang, Nagelsmann dapat menjadi pilihan menarik.
Analisis: Nagelsmann menawarkan potensi perubahan taktik yang signifikan, tetapi adaptasi terhadap Premier League dan tekanan di Old Trafford menjadi dua tantangan utama.
3. Antonio Conte, Opsi Berpengalaman dengan Syarat Tegas

Antonio Conte berpeluang melatih Manchester United. Foto: Dok. SSC Napoli
Antonio Conte juga masuk dalam daftar nama yang dikaitkan dengan Manchester United. Menurut laporan La Repubblica yang dikutip media Jerman, kedua pihak disebut telah melakukan kontak informal untuk menjajaki kemungkinan Conte mengambil alih posisi Carrick.
Laporan tersebut juga menyebut Conte menginginkan dua hal apabila menerima pekerjaan itu: kendali penuh atas kebijakan transfer dan kesempatan membawa seluruh staf kepelatihannya sendiri.
Kedua permintaan tersebut mencerminkan karakter Conte yang dikenal ingin memiliki kendali kuat terhadap proyek olahraga yang ditanganinya.
Kekuatan Antonio Conte
Conte memiliki pengalaman luas di sepak bola elite Eropa. Ia pernah membawa Chelsea menjuarai Premier League pada musim 2016/2017 dan memenangkan Piala FA pada 2018.
Ia juga pernah menangani Tottenham Hotspur di Premier League. Di luar Inggris, Conte meraih gelar liga bersama Inter Milan dan Napoli.
Secara taktik, Conte dikenal dengan organisasi pertahanan yang disiplin, pola permainan terstruktur, serta penggunaan formasi tiga bek atau variasinya. Pendekatan ini dapat membantu Manchester United memperbaiki koordinasi pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan melalui sayap.
Conte juga terbiasa menuntut standar fisik dan mental tinggi dari para pemainnya. Jika mendapat dukungan penuh dari manajemen, ia berpotensi memberikan perubahan dalam waktu relatif singkat.
Baca juga:
Hasil Como Vs Manchester United 4-1, Michael Carrick Minta Maaf dan Bertanggung Jawab Penuh
Akan tetapi, gaya kepemimpinannya dapat menjadi tantangan tersendiri. Conte dikenal memiliki ekspektasi tinggi terhadap perekrutan pemain dan dukungan klub. Keinginannya memperoleh kendali transfer secara luas bisa memunculkan persoalan apabila tidak sejalan dengan struktur manajemen Manchester United.
Analisis: Conte cocok jika Manchester United membutuhkan pelatih berpengalaman yang mengutamakan hasil dan disiplin taktik. Namun, kesepakatan mengenai kewenangan transfer berpotensi menjadi faktor penentu.
4. Unai Emery, Kandidat dengan Pengalaman Premier League

Unai Emery masuk kandidat calon pelatih Real Madrid. Foto: Dok. Aston Villa FC
Nama Unai Emery turut disebut sebagai salah satu alternatif. Pelatih asal Spanyol tersebut memiliki pengalaman menangani klub-klub besar Eropa dan berhasil meningkatkan daya saing Aston Villa di Premier League.
Emery dikenal memiliki persiapan taktik yang detail, kemampuan membaca kelemahan lawan, serta organisasi pertahanan yang terstruktur. Ia juga mempunyai pengalaman di kompetisi Eropa bersama sejumlah klub.
Karakter tersebut bisa menjadi modal bagi Manchester United yang membutuhkan kestabilan permainan dan hasil lebih konsisten.
Namun, peluang merekrut Emery tampak lebih sulit karena ia masih terikat kontrak dengan Aston Villa hingga 2029 berdasarkan informasi yang disertakan dalam laporan. Manchester United harus mempertimbangkan kemungkinan negosiasi dengan klub tersebut jika ingin menjadikannya pelatih baru.
Analisis: Emery menawarkan kombinasi pengalaman dan kemampuan taktik, tetapi status kontraknya membuat proses perekrutan berpotensi lebih rumit dibandingkan kandidat yang tersedia tanpa klub.
5. Fabian Hürzeler, Alternatif dengan Potensi Besar

Fabian Hürzeler juga disebut dalam pembahasan kandidat pelatih Manchester United. Pelatih Brighton tersebut dikenal dengan pendekatan sepak bola progresif dan permainan menekan yang agresif.
Baca juga:
Masih Terpuruk di Awal Musim, Manchester United Belum Berniat Pecat Michael Carrick
Ia berpotensi membawa energi baru ke Old Trafford melalui sistem permainan yang menekankan intensitas, keberanian menguasai bola, dan pergerakan cepat ketika membangun serangan.
Meski demikian, laporan yang menjadi dasar pembahasan ini menyebut Hürzeler dikabarkan tidak berminat mengambil pekerjaan tersebut. Jika informasi itu benar, peluang Manchester United merekrutnya akan semakin kecil.
Selain itu, statusnya sebagai pelatih Brighton membuat proses perekrutan juga bergantung pada kesediaan klub melepasnya.
Analisis: Hürzeler menawarkan pendekatan modern, tetapi minat pelatih dan situasi kontraknya menjadi faktor penting sebelum ia dapat dianggap sebagai kandidat realistis.