MerahPutih.com - Persib Bandung kini terlempar dari posisi lima besar ke peringkat 7 klasemen sementara BRI Super Legue 2026/2027, setelah harus puas berbagi angka dengan Dewa United dalam laga lanjutan Super League di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Dalam laga Ahad (11/10) kemarin itu, Bobotoh menyoroti performa bek muda Kakang Rudianto. Sepanjang jalannya laga, pemain asal Cianjur itu terus menjadi sasaran kritik tajam dari tribun penonton.
Melihat anak buahnya dirujak sepanjang laga, Pelatih Persib Igor Tolic langsung mengambil alih tanggung jawab menegaskan apapun hasil akhir pertandingan sepenuhnya berada di pundak pelatih, bukan pemain.
Selalu saja ada orang lain (yang disalahkan). Saya sudah mengatakan bahwa jika ada yang perlu dikritik, itu seharusnya saya karena saya yang menempatkan para pemain di lapangan,
Pelatih Persib Igor Tolic
Baca juga:
Persib Terlempar dari 5 Besar, Igor Tolic Pasang Badan Minta Bobotoh Tetap Solid
Jangan Rusak Kepercayaan Diri Pemain Muda
Tolic menegaskan penonton di stadion tidak sepatutnya menjadikan pemain muda sebagai biang kerok atas hasil yang kurang memuaskan di lapangan.
Bagi Tolic, kritik seharusnya dialamatkan pada aspek taktikal atau keputusan pelatih bukan memberikan tekanan psikologis dari tribun yang malah dapat memengaruhi permainan pemain di lapangan.

Pelatig Persib Bandung Igor Tolic (persib,co.id)
Arsitek Tim Pangeran itu menegaskan kritik personal yang berlebihan terhadap Kakang selama laga melawan Dewa United kemarin sudah masuk batas yang tidak wajar di matanya.
Mengkritik Kakang atau siapa pun dalam hal ini sungguh tidak normal. Seperti yang saya katakan, kritiklah pelatihnya, Anda bisa bilang taktiknya buruk, rotasinya buruk, bla bla bla, itu bukan masalah. Tapi mengkritik Kakang, itu luar biasa (menyakitkan),
Pelatih Persib Igor Tolic
Baca juga:
Klasemen BRI Super Leaque: Jakmania Girang Persija di Puncak, Bobotoh Lega Persib Gagal Kalah
Ajak Skuad Persib dan Bobotoh Tetap Solid
Untuk itu, Tolic meminta Bobotoh untuk lebih bijak dalam mengekspresikan kekecewaan ketika Persib menghadapi hasil yang kurang memuaskan.
Menurut dia, hasil imbang di rumah sendiri dianggap sebagai bagian dari proses panjang yang wajib dilalui bersama seluruh elemen klub.
"Kami adalah sebuah grup, kami melalui kemenangan, hasil imbang, maupun kekalahan bersama-sama dengan dukungan penuh dari para suporter. Kami harus terus melanjutkan semangat seperti ini," tandasnya. (*)