Joko Anwar Hadirkan Trailer Film 'Ghost in Cell', Satir Penjara Berbalut Horor-Komedi
Selasa, 20 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Sutradara Joko Anwar merilis trailer terbaru untuk film komedi satir berjudul Ghost in Cell menjelang pemutaran perdananya di ajang Berlin Film Festival.
Trailer berdurasi hampir dua menit itu langsung menyuguhkan perpaduan khas antara kritik sosial, horor, dan komedi yang menjadi ciri kuat karya-karya Joko Anwar.
Dalam trailer tersebut, Ghost in Cell menampilkan komedi satir tentang penguasa, ketimpangan kekuasaan, serta teror horor tak kasat mata yang menyelimuti kehidupan di balik jeruji besi.
Meski mengangkat tema gelap dan intimidatif, ritme film tetap terasa segar berkat selipan komedi ringan yang mengalir di tengah hiruk-pikuk kehidupan lembaga pemasyarakatan.
Baca juga:
Salah satu dialog dalam trailer menggambarkan nada sinis film ini.
“Terus rencana loe apa setelah keluar?” ujar salah satu tokoh.
“Percuma saja keluar, negara bangsatnya kayak gini, kerja keras lo juga nggak dihargai,” kata Abimana Aryasatya, salah satu pemeran utama film tersebut.
Seperti yang tergambar dalam trailer terbarunya, Ghost in Cell berlatar sebuah lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Cerita mengikuti kehidupan para narapidana yang naluri bertahan hidupnya diuji ketika seorang tahanan baru misterius datang, ditemani oleh entitas supernatural yang memburu mereka dengan aura paling gelap.
Seiring bertambahnya jumlah kematian yang tak masuk akal, para narapidana mulai menyadari bahwa tindakan kolektif mungkin menjadi satu-satunya jalan untuk bertahan hidup dari teror yang menghantui penjara tersebut.
Baca juga:
Joko Anwar Raih Penghargaan Bergengsi Chevalier des Arts et des Lettres dari Prancis
Film ini ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, serta diproduksi oleh rumah produksi miliknya, Come and See Pictures. Ghost in Cell dijadwalkan tayang pada tahun ini, dengan Berlin Film Festival sebagai panggung debut perdananya.
Kehadiran Ghost in Cell di festival film bergengsi tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan, sekaligus menandai langkah penting film lokal Indonesia dalam memperkuat eksistensinya di kancah perfilman dunia. (Tka)