MerahPutih.com - Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) terbaru menyatakan Paslon Nomor Urut 01 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di tiga pulau besar, yakni Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Namun, survei ini memunculkan kejanggalan karena hasil akhir tetap saja elektabilitas petahana Joko Widodo-Ma'aruf Amin menang dengan perolehan 45,90 persen suara.
Kemarin, Puskaptis merilis elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 45,90 persen, sementara Prabowo-Sandi, 41,80 persen. "Untuk sementara pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul sekitar 4,1persen," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Puskaptis, Husin Yazid.
Tak hanya itu, Puskaptis menyebut empat dari enam provinsi di Pulau Jawa dikuasai Prabowo-Sandiaga, meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Detailnya, untuk DKI Jakarta, Prabowo-Sandi meraih 53,49 persen, sementara pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin hanya 38,37 persen.
Untuk Jawa Barat, Prabowo-Sandi meraih 60,48 persen, sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya 28,23 persen. Adapun, Prabowo-Sandi unggul 60,23 persen dari Jokowi-Ma'ruf yang hanya meraih 31,82 persen di Banten.
Begitupula DIY, Prabowo-Sandi unggul 51,61 persen dan Jokowi-Ma'ruf 41,94 persen."Pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf, hanya unggul di Jawa Tengah dan Jawa Timur," imbuh Husin.
Survei Puskaptis juga menyebutkan Prabowo-Sandi menang telah untuk wilayah Sumatera dan Sulawesi. Detailnya, Jokowi hanya hanya meraih 32,7 persen di Sumatera dan 35,07 persen di Sulawesi, sedangkan Prabowo meraup 58,10 persen di Sumatera dan 47,74 persen di Sulawesi.
Masih dari lembaga yang sama, Prabowo disebut mendominasi 4 dari 6 provinsi, yakni Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Sedangkan, Jokowi hanya unggul di Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat.
Bahkan, Puskaptis melansir Jokowi hanya bakal meraih kemenangan di Provinsi Lampung untuk wilayah Pulau Sumater. Adapun 8 provinsi lainnya semuanya disabet Prabowo, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Sedangkan, untuk Provinsi Kepulauan Riau hasilnya imbang antara pasangan nomor urut 01 dan 02.
Puskaptis mengklaim Survei ini dilakukan di 34 provinsi mulai 8 sampai 14 Januari 2019 lalu. Jumlah sample responden yang diambil sebanyak 2100 dilakukan secara proporsional kepada mereka yang mempunyai hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019, dengan dipilih secara random sistematis.
Margin error penelitian 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode multistage random sampling.
Meski demikian, muncul pertanyaan dengan fakta yang ditemukan dalam survei, bila benar Prabowo unggul di Pulau Jawa, bahkan mendominasi di Sumater dan Sulawesi, kenapa secara keseluruhan tetap kalah dari elektabilitas Jokowi.
Apalagi, sebagaimana diketahui bersama kunci kemenangan di Pilpres 2019 adalah kemenangan di pulau Jawa dan Sumatera sebagai wilayah dengan jumlah pemilih paling besar di Indonesia. Merujuk data KPU, sebanyak 78,5 persen pemilih Indonesia berada di Pulau Jawa dan Sumatera.
Artinya, jika benar Prabowo-Sandi menguasai Jawa dan Sumatera saja seharusnya mereka bisa meraih elektabilitas di atas Jokowi. Apalagi, Puskaptis dalam surveinya juga mengklaim paslon nomor 01 mendominasi wilayah Sulawesi. Namun, pada akhirnya Puskaptis tetap saja merilis pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin masih pemenang pilpres jika dilakukan saat survei digelar. Apakah ada kesalahan metodelogis atau mungkin saja pesanan khusus? (Pon)