MerahPutih.com - Italia sedang mempersiapkan langkah kebijakan untuk membatasi jumlah siswa asing di sekolah serta melarang penggunaan burqa atau burka dan hijab di lingkungan sekolah.
Anak-anak Italia tidak boleh merasa seperti kelompok minoritas di dalam kelas,
kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Minggu (20/9) Dalam acara Fenix, sebuah festival pemuda nasional yang diselenggarakan oleh organisasi kepemudaan dari partainya, Brothers of Italy (FdI). "Sungguh tidak masuk akal jika ruang kelas Italia, anak-anak Italia merasa terpojok karena mereka menjadi kelompok minoritas. Hal itu tidak bisa dibiarkan," tambahnya, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita ANSA.
Ia menyatakan , pemerintahannya akan melarang penggunaan burqa dan hijab di sekolah. Bahwa orang tua dari siswa asing yang kesulitan beradaptasi dengan sistem sekolah akan diwajibkan untuk mempelajari bahasa Italia. Di mana, langkah kebijakan itu diperkirakan akan segera diajukan ke Dewan Mente.
Sebelumnya, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melansir, banyak orang yang menemui ajal saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania. ampir 60.000 migran dan pengungsi telah tiba di Eropa melalui jalur laut sepanjang 2026. Jumlah tersebut turun 39 persen dari 98.040 orang pada periode yang sama tahun lalu.
Pada saat yang sama, sedikitnya 2.292 orang meninggal dunia atau hilang saat berupaya melakukan penyeberangan tersebut, dibandingkan 1.999 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. (*)