Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan

Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM — KEMENTERIAN Kesehatan menerapkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan di berbagai unit sebagai respons atas meninggalnya seorang pekerja di laboratorium wabah di Russia, diduga karena wabah pneumonia.

"Sampai saat ini (5/10) belum ada notifikasi melalui IHR NFP maupun informasi dalam Event Information Site (EIS) WHO untuk kewaspadaan khusus pada kejadian tersebut," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, dikutip ANTARA, Senin.

Ia menyebut bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP), pengamatan tanda gejala, risk based assesment (RBA) pada alat angkut, serta surveilans tikus dan pinjal pada tikus di pintu masuk negara.

"Pengawasan pelaku perjalanan telah berjalan melalui pengisian deklarasi kesehatan (All Infonesia - SSHP). Petugas karantina kesehatan melakukan analisis dan tindak lanjut terhadap status deklarasi kesehatan pelaku perjalanan tersebut, termasuk apakah PPLN berasal dari negara terjangkit," kata Aji.

Baca juga:

Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina



Selain itu, katanya, deteksi awal dilakukan melalui analisis deklarasi kesehatan pada All Indonesia - SSHP dan pengamatan tanda dan gejala seperti demam, batuk, sesak napas, dan gejala lainnya.

Apabila ditemukan PPLN bergejala dan mengarah ke wabah, menurutnya, petugas kesehatan di bandara akan merujuk kasus ke RS Rujukan Penyakit Infeksi untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

"⁠Kemenkes mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kasus global dan nasional melalui media resmi pemerintah. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga imunitas tubuh dan mencegah dari paparan penyakit menular," katanya.

Sebelumnya, seorang perempuan berusia 28 tahun yang bekerja di Irkutsk Research Anti-Plague Institute of Siberia dikabarkan meninggal, diduga karena infeksi pneumonia yang tidak diketahui asalnya. Belum ada konfirmasi dari otoritas terkait tentang penyebab pasti kematian perempuan tersebut.

Sekitar 200 orang yang berkontak dengan perempuan tersebut diobservasi medis setelah kejadian itu.(*)

Baca juga:

Wabah Ebola Merebak di Kongo, 2.476 Orang Meninggal Dalam 20 Hari

Baca Artikel Asli