Inilah Mengapa Bunuh Diri Ala Jonghyun Banyak Dilakukan Orang Korea
Rabu, 20 Desember 2017 -
MerahPutih.com - Main vocal SHINee, Kim Jonghyun, 27 tahun ditemukan tewas di kediamannya di sebuah apartemen di Gangnam, Seoul. Dia diduga bunuh diri lantaran tak lagi sanggup berjuang melawan rasa depresi yang dialami.
Jonghyun bukanlah satu-satunya warga Korea Selatan yang mengakhiri hidup lantaran tekanan hidup.
Tekanan hidup yang dialami pun bermacam-macam. Tekanan yang dialami oleh pelajar adalah tuntutan untuk berprestasi dan mendapat perguruan tinggi terbaik. Sementara tekanan hidup yang dialami oleh warga Korea Selatan lainnya yakni krisis ekonomi, keinginan mencapai impian dan lain sebagainya.
Berdasarkan data yang dilansir Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pada 2015, angka bunuh diri di Korea Selatan salah satu yang tertinggi.
Metode bunuh diri yang banyak dilakukan yakni dengan menggunakan briket batu bara yang dibakar. South Cina Morning Post mengungkapkan jika satu dari empat warga Korea Selatan memilih bunuh diri menggunakan briket batu bara.
Dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul Suicide from Carbon Monoxide Poisoning in South Korea, Choi Yongrim mengungkapkan, pada 2006, kasus bunuh diri menggunakan briket batu bara hanya 34 kasus. Sementara jumlah tersebut mulai mengalami peningkatan di 2012 dengan jumlah 1125 kasus.
Bunuh diri menggunakan briket batu bara yang terbakar banyak dipilih oleh warga Korea yang ingin mengakhiri hidupnya di musim dingin. Hal tersebut terjadi lantaran briket batu bara mudah ditemukan kala musim dingin. Metode bunuh diri dengan batu bara juga dianggap cepat sehingga membuat pelaku bunuh diri tak merasa tersiksa. (avi)