MerahPutih.com - Gempa bumi tektonik magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Pantai Timur Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9) pukul 04.23 WIB.
Supervisor on Duty Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, Debi Safari Yogaswara menyebut, gempa yang mengguncang kawasan Teluk Jakarta hingga Laut Jawa tersebut tergolong sebagai gempa bumi dalam.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal," jelas Debi.
Guncangan gempa ini dirasakan cukup luas hingga beberapa provinsi, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga wilayah Sumatera Barat.
Debi memaparkan rincian daerah terdampak berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat sebagai berikut:
Skala IV MMI (Dirasakan oleh orang banyak dalam rumah pada siang hari, gerabah pecah, jendela/pintu berderik): Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.
Skala III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu): Tangerang, Tanjung Priok, Kec. Nagrak, Kec. Kalapanunggal, dan Cilacap.
Skala II-III MMI: Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kab. Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.
Skala II MMI (Benda-benda ringan yang digantung bergoyang): Lemong, Semaka, dan Bengkunat.
Meski dirasakan di area yang sangat luas, BMKG mencatat belum ada indikasi gempa susulan yang membahayakan hingga saat ini.