Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Loyo Terseret Efek Kejut Data Inflasi AS dan Merahnya Bursa Asia

Angga Yudha Pratama - 1 jam, 14 menit lalu

Merahputih.com - Pergerakan IHSG hari ini terpantau loyo dan terpaksa dibuka pada zona merah, mengekor tren negatif yang sedang melanda bursa saham Asia.

Pelemahan pergerakan IHSG ini utamanya dipicu oleh rilis data inflasi AS (Consumer Price Index/CPI) yang ternyata meleset jauh lebih tinggi dari ekspektasi pasar global.

Sentimen negatif dari bursa global ini langsung memukul prediksi IHSG dan membuat para investor pasar modal lebih memilih sikap wait and see.

Merespons memanasnya angka inflasi AS, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal perdagangan Kamis ini harus merelakan poinnya tergerus.

Baca juga:

Prediksi IHSG Hari Ini: Menguat Tipis, Waspada Sentimen Global & Perang AI!

IHSG merosot 25,89 poin atau 0,44 persen hingga tersungkur ke posisi 5.917,13, sementara indeks LQ45 ikut terseret turun 0,50 persen ke 591,62.

Bayang-bayang kenaikan suku bunga The Fed yang makin agresif akibat tingginya inflasi membuat pasar regional ikut tertekan dan mengalami aksi jual yang cukup masif sejak bel pembukaan berbunyi.

Diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 5.800-6.000. Namun perlu diwaspadai akan penguatan harga minyak yang berlanjut serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed,

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim.


Data Inflasi Amerika Bikin Pasar Saham Global Ketar-ketir

Pengunjung

Ratna memaparkan bahwa pelemahan indeks di bursa Amerika Serikat memang bermuara pada data CPI yang di luar dugaan.

Pada bulan September 2026, inflasi AS naik 0,6 persen secara bulanan (month to month/mtm) dengan inflasi inti di angka 0,3 persen.

Angka ini melampaui prediksi pasar yang tadinya hanya mematok di kisaran 0,6 persen dan 0,2 persen.

Jika ditarik secara tahunan (year on year/yoy), inflasi AS sudah menyentuh level 3,7 persen. Kondisi ini membuat pelaku pasar kini menahan napas menantikan rilis dua data penting lainnya:

Tidak hanya faktor makroekonomi, saham-saham sektor teknologi di bursa Wall Street juga sedang terengah-engah menghadapi ketatnya persaingan dengan perusahaan China, ditambah yield US-Treasury yang terus melonjak.


Dinamika Bursa Global: Wall Street Loyo, Eropa Justru Menghijau

Efek domino dari sentimen ekonomi Amerika ini langsung terlihat pada papan skor bursa saham dunia pada penutupan Rabu (14/10):


Angin Segar dari Dalam Negeri: Prospek Cerah Industri Nikel

Di tengah sentimen global yang muram, pasar domestik sebenarnya punya kabar baik. Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) baru saja merilis proyeksi ambisius terkait hilirisasi nikel berwujud Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

Baca juga:

Perang Jalur Energi Bikin Pasar Keok! IHSG Kompak Memerah Masuk ke Area Gap

Mereka memprediksi kapasitas produksi bahan baku baterai tanah air bisa melonjak dua kali lipat, menembus angka 900.000 ton pada akhir 2027.

Lompatan ini didorong oleh beroperasinya pabrik-pabrik pengolahan hidrometalurgi bersistem High Pressure Acid Leaching (HPAL) secara penuh.

“Hal ini akan menguntungkan industri baterai dan kendaraan listrik karena mendapat pasokan lebih besar dan biaya bahan baku yang kompetitif,” pungkas Ratna

Baca Artikel Asli