Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Anjlok Usai Rilis MSCI, Cek Analisis Saham BBCA, BBRI dan Daftar Net Buy Asing

Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026

Merahputih.com - Melihat pergerakan IHSG hari ini pada Kamis, 15 Oktober 2026, pasar saham Indonesia memang sedang mengalami tekanan berat hingga terkoreksi tajam ke level 5.863.

Menariknya, di tengah badai penurunan indeks ini, mayoritas saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) justru sukses menunjukkan tajinya dan bertahan mantap di zona hijau.

Buat kamu yang memantau portofolio, anomali ini menjadi secercah harapan sekaligus peluang emas di tengah lesunya bursa secara keseluruhan.

Baca juga:

3 Badai Ekonomi Hari Ini: Rupiah Tembus Rp 18 Ribu, IHSG Anjlok 8%, Panic Selling Picu Trading Halt BEI!

Jika kamu bertanya-tanya apa penyebab IHSG turun hari ini, sentimen utamanya berasal dari rilis data makroekonomi yang kurang bersahabat.

Tingginya angka inflasi di bulan September membuat pasar kembali berspekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan.

Imbas dari sentimen global ini membuat nilai tukar rupiah melemah, yang pada akhirnya memengaruhi analisis saham BBCA dan beberapa emiten raksasa lainnya.


Rapor Saham Perbankan: Siapa yang Paling Tangguh?

Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang berdarah-darah, saham-saham bank milik negara (Himbara) kompak menampilkan kinerja positif.

Sebagai panduan buat kamu, berikut adalah tabel perbandingan performa beberapa saham perbankan papan atas pada penutupan perdagangan kemarin:

Kode Saham Nama Emiten Pergerakan Harga Status Penutupan
BBCA Bank Central Asia Tbk Rp 6.075 (-0,82%) Melemah
BMRI Bank Mandiri Tbk Rp 3.980 (+0,51%) Menguat
BBRI Bank Rakyat Indonesia Tbk Rp 3.100 (+0,32%) Menguat
BBNI Bank Negara Indonesia Tbk Rp 3.410 (Stagnan) Stabil

Meskipun BBCA mengalami sedikit koreksi, fundamental bank-bank besar tetap menjadi incaran. Terkait pelemahan BBCA, para ahli pasar modal punya pandangannya sendiri.

Saham BBCA ditutup turun -0.82% sejalan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Hal ini dipicu oleh tingginya inflasi September yang berada di atas ekspektasi, sehingga mendorong kekhawatiran bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya.


Rincian Pergerakan IHSG Hari Ini 15 Oktober 2026

Biar kamu punya gambaran lebih jelas mengenai seberapa parah tekanan di pasar hari ini, mari kita bedah kronologi dan metrik utama perdagangan saham dari sesi pembukaan hingga penutupan:

  1. Titik Terendah Baru: IHSG anjlok hingga 2,16% (minus 128,3 poin) menyentuh level 5.814,72 pada sesi pertama, menjadikannya rekor terendah baru dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

  2. Gugurnya Ratusan Saham: Tekanan jual yang masif membuat lebih dari 620 saham rontok berjamaah. Hanya ada sekitar 80 saham yang mampu menguat, dan 89 lainnya jalan di tempat. Seluruh indeks sektoral ikut terseret, dengan sektor energi amblas paling dalam hingga 3,71%.

  3. Aksi Jual Bersih Asing: Kepanikan pasar domestik direspons oleh investor asing dengan mencatatkan net sell (penjualan bersih) sebesar Rp182,94 miliar, atau setara dengan pelepasan 645,42 juta lembar saham.

  4. Volume dan Nilai Transaksi: Pasar mencatatkan nilai total transaksi mencapai Rp8,58 triliun (termasuk Rp2,44 triliun di pasar negosiasi). Total frekuensi transaksi terjadi sebanyak 1,10 juta kali dengan volume 22,4 miliar lembar saham.

Pergerakan indeks hari ini juga sangat dipengaruhi oleh manuver emiten tambang dan energi. Saham PT Bumi Resources Materials Tbk (BRMS) menjadi beban paling berat bagi IHSG karena harganya terjun 8,11%, menekan indeks sebesar 7,54 poin.

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyusul dengan penurunan 3,54%. Sebaliknya, saham PT Bank India Indonesia Tbk (BSWD) terbang 25% dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 0,8%, yang sedikit banyak membantu menahan IHSG agar tidak jatuh lebih dalam.


Daftar Saham Incaran Asing (Net Buy & Net Sell)

Di tengah aksi lepas barang secara masif, investor asing nyatanya masih rajin memborong beberapa saham pilihan, terutama dari sektor keuangan dan properti.

Berikut adalah daftar saham yang paling banyak dibeli dan dijual oleh asing pada perdagangan hari ini:

Top 5 Net Foreign Buy (Saham Paling Banyak Dibeli Asing):

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp104,89 miliar

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp47,74 miliar

  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) – Rp43,37 miliar

  • PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) – Rp14,19 miliar

  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) – Rp13,45 miliar

Baca juga:

Arti Standalone Market: Mengapa MSCI Menyoroti Indonesia dan Apa Dampaknya?

Top 5 Net Foreign Sell (Saham Paling Banyak Dijual Asing):

  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) – Rp34,93 miliar

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp25,86 miliar

  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp18,11 miliar

  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp16,16 miliar

  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp14,57 miliar

Melihat dinamika pergerakan IHSG hari ini, wajar jika kamu merasa perlu sedikit wait and see sebelum kembali menambah muatan.

Kira-kira, saham perbankan mana yang jadi incaran utama kamu untuk serok di harga bawah besok?

Baca Artikel Asli