Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Meroket ke 5.439! Aturan Saham HSC BEI dan Manuver Danantara Jadi Penyelamat

Angga Yudha Pratama - 2 jam, 16 menit lalu

Merahputih.com - Laju IHSG hari ini sukses mencatatkan rapor hijau dengan melesat 51,36 poin (0,95 persen) ke level 5.439,26 berkat gebrakan berani Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait aturan saham HSC (High Shareholding Concentration).

Keputusan regulator untuk mendepak saham berkonsentrasi tinggi dari perhitungan indeks saham komposit langsung disambut optimisme pelaku pasar yang sempat waswas melihat volatilitas bursa.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Keputusan BI Tahan Suku Bunga Bikin Pasar Saham Sumringah

Tren positif pergerakan IHSG di akhir pekan ini tidak lepas dari upaya bersih-bersih regulator demi menyelamatkan reputasi pasar modal Indonesia.

Kebijakan ini lahir merespons warning keras dari MSCI yang mengancam akan menurunkan kasta ekuitas domestik dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Kehadiran intervensi Danantara Indonesia yang memborong saham BUMN murah juga menjadi katalis ganda yang menjaga bursa tetap bergairah.


Reformasi BEI dan Hukuman Jumbo OJK

Ilustrasi


Langkah tegas BEI menertibkan saham-saham "nyeleneh" menjadi angin segar bagi investor rasional. Saat ini tercatat ada 80 saham yang masuk radar HSC, dan beberapa di antaranya sudah terkena sanksi berat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pelanggaran hukum pasar modal.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyoroti dampak instan dari regulasi ini.

IHSG menguat tampaknya didukung dari reformasi Bursa yang akan mengecualikan saham yang diklasifikasikan memiliki High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks komposit mulai 2 November tahun ini,

ungkap Nico.

Beberapa fakta krusial dari reformasi bursa saat ini:

  • Denda Triliunan: OJK menjatuhkan denda total Rp2,1 triliun, mencakup kasus DSSA (Rp1,5 triliun), BREN (Rp500 miliar), dan CUAN (Rp100 miliar).

  • Transparansi Afiliasi: BEI mewajibkan penambahan keterangan afiliasi untuk kepemilikan saham di atas 1 persen.

  • Penyesuaian ARB: Batas Auto Rejection Bawah (ARB) diubah menjadi asimetris di angka 7 persen, berlaku sejak 19 Oktober hingga 31 Desember 2026.


Katalis Danantara vs Sentimen Global

Di tengah sentimen domestik yang kuat, masuknya investasi Danantara ke pasar saham memberikan jaring pengaman ekstra, khususnya untuk emiten pelat merah.

"Intervensi Danantara ini dipandang positif oleh investor karena menjadi bukti nyata adanya dukungan terhadap emiten pelat merah yang saat ini memiliki valuasi murah serta prospek bisnis jangka panjang yang menjanjikan," jelas Nico.

Ironisnya, pesta pora di bursa lokal ini terjadi di tengah kepungan sentimen negatif global:

  • Aksi Jual Saham Teknologi: Investor global mulai meragukan keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (AI), memicu aksi sell-off besar-besaran pada emiten cip memori dan semikonduktor.

  • Krisis Timur Tengah: Potensi serangan balasan antara AS-Israel terhadap Iran, serta klaim Houthi atas serangan di pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, kembali memanaskan harga energi. Nico mengingatkan, "Sehingga ini meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah, meningkatkan risiko inflasi."


Rapor Perdagangan dan Sektor Jagoan

Gairah pasar lokal terbukti tangguh menahan gempuran eksternal. Sepanjang sesi perdagangan, frekuensi transaksi menyentuh 1,80 juta kali dengan total nilai Rp16,16 triliun.

Baca juga:

Saham HSC Resmi Didepak! Ini Aturan Baru BEI Soal Kriteria Evaluasi IHSG 2026

Sebanyak 506 saham sukses naik kelas, 192 terkoreksi, dan 265 jalan di tempat. Indeks LQ45 juga ikut terkerek 0,46 persen ke posisi 547,05.

Lonjakan IHSG disokong oleh performa luar biasa di beberapa sektor utama:

  • Sektor Penggerak: Barang Konsumen Primer (+3,24%), Industri (+2,95%), dan Energi (+2,74%).

  • Sektor Loyo: Kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang memerah (-0,15%).

  • Top Gainers: WMUU, FAST, PTSP, TOBA, dan KONI.

  • Top Losers: BTEK, BUKK, LINK, HATM, dan SMLE.

Baca Artikel Asli