Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Keputusan BI Tahan Suku Bunga Bikin Pasar Saham Sumringah

Angga Yudha Pratama - 1 jam, 43 menit lalu

Merahputih.com - Laju IHSG hari ini sukses mencetak rapor hijau pada penutupan perdagangan Kamis sore, melesat ke level 5.387,90 berkat optimisme pasar terhadap kebijakan moneter terbaru Bank Indonesia (BI).

Kenaikan penutupan IHSG sebesar 1,12 persen ini langsung menjawab kekhawatiran investor, membuktikan bahwa langkah BI mempertahankan suku bunga acuan BI di angka 5,75 persen menjadi katalis positif yang sangat dinanti pasar.

Baca juga:

Saham HSC Resmi Didepak! Ini Aturan Baru BEI Soal Kriteria Evaluasi IHSG 2026

Melesatnya pergerakan saham LQ45 yang ikut terkerek naik 1,64 persen ke posisi 544,57 membuktikan betapa kuatnya pengaruh manuver bank sentral terhadap bursa domestik kita.

Di tengah berbagai sentimen geopolitik luar negeri yang sedang panas, keputusan berani dari kebijakan BI-Rate untuk menyuntikkan likuiditas baru ke sistem perbankan terbukti ampuh menjaga gairah beli investor, sekaligus menyelamatkan saham energi serta sektor unggulan lainnya dari potensi koreksi massal.


Dosis Likuiditas Raksasa dari Bank Sentral

Ilustrasi

Penguatan bursa saham dalam negeri hari ini tidak lepas dari rentetan strategi pelonggaran yang diracik oleh Bank Indonesia.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus (Nico), menilai bahwa stabilitas nilai tukar rupiah dan dukungan likuiditas menjadi kunci utama optimisme ini.

IHSG menguat ditopang oleh keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen selama empat bulan berturut-turut, sekaligus menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin guna mendukung stabilitas Rupiah,

jelas Nico.

Lebih lanjut, manuver pelonggaran rasio Giro Wajib Minimum (GWM) yang akan dimulai pada 1 November 2026 mendatang diproyeksikan bakal membanjiri sistem perbankan nasional dengan dana segar.

Kebijakan ini diperkirakan akan menambah likuiditas hingga Rp190 triliun, sebuah bensin tambahan yang sangat dibutuhkan pasar untuk terus berlari kencang.


Tantangan Isu MSCI dan Tekanan Global di Asia

Meski berpesta di zona hijau, laju indeks sebenarnya tertahan oleh sedikit ketegangan dari ranah domestik. Pasar sempat merespons sorotan tajam Presiden Prabowo Subianto terhadap usulan MSCI yang berencana mendepak Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Presiden secara tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak akan ciut nyali menghadapi klasifikasi baru tersebut.

Dari kacamata global, situasi memang sedang tidak ramah. Sentimen bursa dunia tersandera oleh lonjakan harga minyak mentah imbas dari serangan mematikan ke ladang minyak Arab Saudi.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah ini mau tidak mau memantik kembali ketakutan pasar terhadap inflasi.

Bursa saham di kawasan Asia pun sore ini dominan memerah akibat gelombang aksi jual pada sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Investor global tampak mulai cemas soal keberlanjutan investasi raksasa di sektor AI. Rapor merah bursa regional terlihat dari:

  • Nikkei: Melemah 2,40% ke 63.070,00

  • Hang Seng: Melemah 3,03% ke 22.934,68

  • Shanghai: Melemah 1,48% ke 3.658,03

  • Kospi: Melemah 3,52% ke 5.533,77

  • Strait Times: Melemah 0,42% ke 5.415,14


Data Transaksi dan Top Movers IHSG

Pergerakan indeks hari ini sempat dibuka melemah di awal sesi pertama, namun perlahan merangkak naik dan betah bersarang di zona hijau hingga bel penutupan berbunyi.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Ngegas ke 5.328, Jurus BI dan Regulator Sukses Bikin Pasar Saham Bergairah

10 sektor kompak menopang penguatan ini, dipimpin oleh lonjakan impresif sektor energi (1,88%), transportasi & logistik (1,64%), serta infrastruktur (1,28%). Di sisi lain, hanya sektor teknologi yang terpaksa gigit jari dengan penurunan 0,66%.

Berikut adalah rincian statistik perdagangan dan saham-saham paling disorot hari ini:

  • Total Transaksi: 2,08 juta kali

  • Volume Saham: 36,57 miliar lembar

  • Nilai Transaksi: Rp16,18 triliun

  • Kondisi Saham: 489 naik, 216 turun, 258 stagnan

  • Top Gainers (Paling Cuan): ASMI, ENAK, AYLS, BUKK, PNSE

  • Top Losers (Paling Boncos): ALDO, ALKA, BESS, MORA, BAPA

Baca Artikel Asli