Merahputih.com - Pergerakan IHSG hari ini dan nilai tukar Rupiah kompak menunjukkan rapor merah yang mengharuskan para investor untuk ekstra sabar menghadapi volatilitas pasar.
Laju IHSG anjlok cukup dalam hingga menyentuh level 6.031,28, berbarengan dengan kurs Rupiah yang ikut loyo ke angka Rp17.915 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (8/10).
Lesunya kondisi pasar ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan jual sedang mendominasi bursa kita sore ini.
Baca juga:
Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu
Jatuhnya nilai tukar Rupiah hari ini, yang tergelincir 28 poin atau sekitar 0,16 persen, berjalan beriringan dengan dinamika pergerakan pasar modal yang sedang kurang bersahabat.
Nggak cuma urusan mata uang yang bikin pusing, rontoknya IHSG hari ini hingga 1,88 persen atau minus 115,44 poin juga bikin suasana trading makin menegangkan.
Usut punya usut, saham bank besar dan emiten milik para konglomerat rupanya menjadi beban utama yang menyeret turunnya indeks harga saham kita.
IHSG turun lebih dari 1 persen, dengan saham konglomerat dan bank-bank besar yang menjadi beban utama pergerakan bursa sore ini,
sebut catatan ringkasan perdagangan.
Rapor Merah Mayoritas Saham di Lantai Bursa

Suasana muram di bursa tercermin jelas dari perbandingan jumlah saham yang menguat dan melemah. Sentimen negatif tampak mendominasi keputusan para pelaku pasar sehingga aksi jual menjadi jauh lebih masif ketimbang aksi beli.
Berikut adalah rincian pergerakan saham pada penutupan sesi II:
-
Saham Melemah: 518 emiten terpaksa gigit jari karena harganya turun.
-
Saham Menguat: Hanya 187 emiten yang berhasil bertahan di zona hijau.
-
Saham Stagnan: 258 emiten tidak mengalami perubahan harga alias jalan di tempat.
Volume dan Nilai Transaksi Harian
Meski indeks dan mata uang sama-sama tiarap, aktivitas jual beli di pasar reguler tetap berjalan dengan intensitas yang terbilang tinggi.
Baca juga:
Rupiah Hari Ini Tancap Gas Libas Dolar AS, Suku Bunga The Fed Batal Naik?
Transaksi yang terekam sepanjang hari menunjukkan angka yang cukup masif dari sisi volume maupun nilainya.
-
Total Volume Perdagangan: 57,21 miliar lembar saham.
-
Nilai Transaksi (Turnover): Mencapai Rp12,59 triliun.
-
Frekuensi Transaksi: Dieksekusi sebanyak 1,932 juta kali.
-
Kapitalisasi Pasar (Market Cap): Berada di kisaran Rp10.606 triliun.
Kondisi pasar yang sedang terkoreksi ini tentu menjadi momen penting bagi investor untuk kembali mengevaluasi portofolio, terutama yang memiliki eksposur besar di sektor perbankan maupun perusahaan-perusahaan blue chip milik konglomerat.