Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Idgitaf Borong 3 Piala AMI Awards 2026, Singgung Banjir hingga Kebakaran Hutan

Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 40 menit lalu

MerahPutih.com - Penyanyi dan penulis lagu Idgitaf menorehkan pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di industri musik Tanah Air. Melalui album studio keduanya, Berusaha di Bawah Hujan, ia berhasil membawa pulang tiga penghargaan dalam ajang AMI Awards 2026.

Namun, malam penghargaan tersebut tidak hanya menjadi momen perayaan atas keberhasilan pribadi. Idgitaf justru memanfaatkan panggung AMI Awards 2026 untuk menyampaikan pesan tentang kepedulian sosial, kondisi lingkungan, serta pentingnya saling menjaga di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Dari total enam nominasi yang diperoleh, Idgitaf berhasil memenangkan tiga kategori. Pencapaian ini sekaligus menjadi raihan penghargaan pertama baginya sejak memulai perjalanan di industri musik.

Baca juga:

Black Horses Ukir Kemenangan Perdana di AMI Awards 2026 Lewat Album 'Jahanam'

Berhasil Menangi Tiga Kategori AMI Awards 2026

Tiga penghargaan yang diraih Idgitaf meliputi Karya Produksi Album Terbaik Terbaik melalui album Berusaha di Bawah Hujan, Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik lewat lagu Sedia Aku Sebelum Hujan, serta Video Lirik Pilihan Penikmat Musik dalam kategori favorit YouTube.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi Idgitaf dalam menghadirkan karya dengan karakter musikalitas yang kuat dan cerita yang memiliki kedalaman emosional.

Sejak dirilis pada Mei 2026, album Berusaha di Bawah Hujan telah mengumpulkan lebih dari 409 juta pemutaran di Spotify. Sejumlah lagu di dalamnya juga mendapat sambutan luas dari pendengar.

Beberapa di antaranya adalah Sedia Aku Sebelum Hujan, Masih Ada Cahaya yang merupakan kolaborasinya bersama Hindia, serta Mendung yang belum lama ini dirilis bersama Yura Yunita.

Tingginya angka pemutaran tersebut memperlihatkan jangkauan karya Idgitaf di kalangan pendengar. Tema hubungan antarmanusia, kerentanan perasaan, hingga dinamika kehidupan yang diangkat dalam album tersebut turut menyentuh pengalaman personal banyak orang.

Idgitaf Gunakan Panggung Penghargaan untuk Suarakan Kepedulian

Di tengah pencapaian yang diraihnya, Idgitaf memilih untuk tidak hanya berbicara mengenai keberhasilan bermusik. Ia memandang AMI Awards 2026 sebagai kesempatan untuk mengangkat persoalan sosial yang lebih luas, terutama situasi masyarakat Indonesia.

Idgitaf mengungkapkan bahwa perjalanan menuju pencapaian tersebut tidak berlangsung mudah. Ada proses panjang dan berbagai tantangan yang harus dilewati sebelum karyanya mendapatkan pengakuan.

Perjalanan saya untuk sampai ke panggung ini sama sekali tidak mudah. Ada banyak proses jatuh bangun di baliknya. Ketika kerja keras itu akhirnya diakui oleh AMI Awards, saya merasa momen ini terlalu berharga jika hanya dipakai untuk merayakan diri sendiri. Saya ingin memanfaatkan ruang ini untuk menyuarakan perjuangan lain yang jauh lebih besar di luar sana, khususnya melihat situasi Indonesia hari ini yang sedang tidak mudah bagi banyak orang. Karya ini lahir dari rasa resah, dan saya ingin mengingatkan bahwa di tengah situasi sesulit apa pun, kita perlu tetap saling peduli dan saling jaga,

Idgitaf.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana Idgitaf memandang musik bukan sekadar ruang berekspresi, melainkan juga medium untuk menyampaikan keresahan dan membangun kepedulian terhadap keadaan di sekitarnya.

Baca juga:

Tulus dan Idgitaf Raih Penghargaan Utama, ini Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2026

Singgung Banjir, Longsor, dan Kebakaran Hutan

Pesan mengenai kepedulian terhadap kondisi sosial dan lingkungan kembali disampaikan Idgitaf ketika menerima penghargaan Karya Produksi Album Terbaik Terbaik.

Dalam pidatonya, ia menyinggung masyarakat yang menghadapi kondisi lingkungan berbeda. Sebagian harus berhadapan dengan bencana banjir dan longsor, sementara masyarakat lainnya justru merindukan hujan karena kebakaran hutan.

Di luar sana, ada yang sedang sangat membenci hujan karena longsor dan banjir. Dan ada juga yang sangat merindukan hujan karena kebakaran hutan. Walaupun mereka berbeda situasinya dalam mencintai atau membenci hujan, ada kesamaan dalam keduanya. Mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas,

Idgitaf.

Melalui pernyataan tersebut, Idgitaf menyoroti bahwa masyarakat bisa mengalami persoalan yang berbeda, tetapi tetap memiliki kebutuhan yang sama, yakni pemulihan dan pertanggungjawaban.

Bagi Idgitaf, tiga penghargaan AMI Awards 2026 bukan semata-mata penanda keberhasilan dalam perjalanan bermusik. Pencapaian itu juga menjadi ruang untuk menyampaikan pentingnya empati, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. (Far)

Baca Artikel Asli