Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Film 'Hungry Ghost Festival' Tayang 26 November 2026, Angkat Teror Usai Langgar Pantangan

Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 54 menit lalu

MerahPutih.com - MVP Pictures menyiapkan film horor-komedi terbaru berjudul Hungry Ghost Festival yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 26 November 2026. Film garapan Imam Darto ini memadukan kisah persahabatan dengan teror supranatural yang berawal dari pelanggaran pantangan dalam sebuah tradisi.

Dalam Hungry Ghost Festival, Imam Darto bertindak sebagai penulis naskah sekaligus sutradara. Film ini dibintangi Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra sebagai tiga sahabat dengan kepribadian berbeda.

Cerita berpusat pada persahabatan mereka yang berubah menjadi pengalaman mencekam setelah melanggar pantangan dalam perayaan Hungry Ghost Festival.

Tradisi tersebut dikenal sebagai Cioko dan Sembahyang Rebutan di sejumlah komunitas keturunan Tionghoa di Indonesia.

Baca juga:

Hungry Ghost Festival, Film Horor Komedi Garapan Imam Darto

Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra Dalami Tradisi Cioko

Untuk mendalami peran, para pemeran utama Hungry Ghost Festival menyaksikan langsung rangkaian acara Hungry Ghost Festival di Klenteng Bu An Kiong Bekasi serta Vihara Boen San Bio Tangerang.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses para pemain dalam mengenal tradisi yang menjadi latar cerita film.

Dengan mengangkat tradisi Cioko dan Sembahyang Rebutan, film ini menghadirkan latar budaya yang berkaitan langsung dengan konflik utama, yakni teror supranatural yang dialami tiga sahabat setelah melanggar pantangan.

Tiga Sahabat dengan Kepribadian Berbeda

Dalam film Hungry Ghost Festival, Endy Arfian memerankan Raka, sosok yang digambarkan kaku dan perfeksionis. Ia bersahabat dengan Tintin, karakter yang spontan dan berani mengambil risiko, serta Bobi yang berusaha menjaga keseimbangan hubungan mereka.

Perbedaan karakter ketiganya menjadi salah satu unsur yang membangun sisi komedi dalam film, terutama ketika mereka menghadapi situasi yang tidak terduga.

Karakter yang lebih serius juga bisa jadi bagian dari komedi, justru dari reaksinya saat menghadapi tingkah dua sahabatnya,

Endy Arfian.

Sementara itu, Aci Resti menuturkan bahwa sifat spontan Tintin membuat karakternya kerap bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensi.

Di sisi lain, Fajar Nugra menjelaskan bahwa Bobi berusaha menjaga hubungan di antara kedua sahabatnya. Perannya menjadi bagian dari dinamika persahabatan yang mewarnai cerita film tersebut. (*)

Baca Artikel Asli