MerahPutih.com - Timnas Futsal Indonesia datang ke Brasil tidak sekadar mengejar kemenangan. Pelatih Hector Souto ingin para pemain merasakan langsung atmosfer dan kualitas ekosistem futsal terbesar di dunia dalam ajang VI Copa Das Nacoes De Futsal 2026 di Max Ronsenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, 12-18 Oktober.
Souto menegaskan, turnamen ini menjadi kesempatan bagi pemain Indonesia untuk membuka mata terhadap standar futsal dunia, khususnya Brasil.
Pada akhirnya, targetnya adalah memberikan pengalaman kepada para pemain dan membuat mereka melihat ekosistem terbesar di dunia, seperti yang saya jelaskan sebelumnya, yaitu Brasil saat ini. Jadi, pada akhirnya kami tidak membandingkan tim nasional dengan tim nasional, tetapi membandingkan ekosistem dengan ekosistem,
ungkap Souto dikutip dari Antara.
Baca juga:
Daftar 20 Pemain Timnas Futsal Indonesia Siap Tantang Juara Dunia Brasil di Copa das Nacoes 2026
Sebanyak 19 pemain mengikuti latihan di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (8/10). Dari jumlah tersebut, 18 pemain merupakan pemilik Garuda Calling, sedangkan satu lainnya adalah Nerva Jhorgie dari Proton FC Kuningan yang mendapat panggilan susulan. Souto nantinya akan memangkas skuad menjadi 15 pemain untuk dibawa ke Brasil.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Brasil dan Cape Verde, sedangkan Grup B dihuni Jepang, Afghanistan, dan Peru.
Hector Souto Tak Tutup Mata, Brasil Bisa Jadi Ancaman Besar
Brasil menjadi tantangan terbesar Indonesia. Negara tersebut telah enam kali menjuarai Piala Dunia Futsal dan menurut Souto, Timnas Futsal Indonesia harus siap menghadapi pertandingan yang sangat berat.
Ia bahkan berkaca pada pengalaman Timnas Futsal U-17 Indonesia yang pernah kalah 0-9 dari Brasil setelah sempat tampil baik pada babak pertama.
Sangat mungkin kami juga kalah 0-9 karena kita berbicara tentang mungkin 14 atau 15 pemain terbaik di dunia. Sangat mungkin kami mengalami kekalahan besar,
kata pelatih asal Spanyol tersebut.
Baca juga:
Timnas Malaysia Dilarang Jemawa Usai FIFA ASEAN Cup 2026, Tan Cheng Hoe Kirim Peringatan Keras
Meski begitu, Souto memastikan anak asuhnya tidak akan menyerah.
"Namun, yang ingin saya pahami oleh masyarakat di sini adalah kami akan berusaha, berusaha, dan berusaha sebaik mungkin," tambahnya.
Souto juga mengingatkan publik agar tidak meremehkan Cape Verde hanya karena peringkat FIFA mereka. Menurutnya, negara tersebut telah berinvestasi dan memanggil kembali pemain-pemain yang berkarier di Eropa.
"Jadi, mungkin orang-orang di sini hanya melihat peringkat FIFA. Peringkat FIFA Cape Verde memang tidak terlalu tinggi, tetapi sejak tahun lalu Cape Verde banyak berinvestasi dan memanggil kembali pemain-pemain yang bermain di luar negeri. Jadi, mereka akan menjadi tim kuat dengan peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia. Jika Cape Verde bermain di Asia, mereka pasti akan menjadi salah satu dari empat tim terbaik di Asia," tutur Souto.