Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Pertamina Pastikan Harga Pertalite dan Solar tak Naik sampai Akhir Tahun

Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026

MERAHPUTIH.COM - HARGA minyak mentah dunia yang menembus USD 100 per barel belum akan membuat harga BBM subsidi di Indonesia naik. PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Solar subsidi, tetap dipertahankan hingga akhir 2026 sesuai arahan pemerintah.

Pertalite saat ini tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi atau Biosolar Rp6.800 per liter.

VP Communication of Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan keputusan tersebut tetap berlaku meski harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami fluktuasi. Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM.


“Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” kata Kitty dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin (14/9).

Baca juga:

Pertamina Tunggu Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi Bagi Desil 9 dan 10

Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM umum (JBU) atau BBM nonsubsidi tetap mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah. Kondisi harga minyak dunia yang tinggi pun berpotensi memberikan tekanan terhadap harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan, tanpa adanya penurunan harga minyak dunia, harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya berpotensi berada di kisaran Rp 18.000-Rp 20.000 per liter.


“Karena kalau tidak, kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisar di angka Rp 18 ribu-Rp 20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia,” ujar Eko.


Di Jabodetabek, harga Pertamax sempat mencapai Rp 16.250 per liter tahun ini. Harga tersebut kemudian turun menjadi Rp 15.950 per liter pada Agustus dan masih bertahan di level yang sama pada September.


Dengan demikian, lonjakan harga minyak mentah dunia saat ini belum berdampak pada harga BBM subsidi. Namun, tekanan terhadap harga BBM nonsubsidi masih menjadi perhatian apabila harga minyak dunia bertahan di level tinggi.(knu)

Baca juga:

Harga BBM Nonsubsidi Kembali Naik, Siap Siap Harga Komoditas Pangan Bisa Meningkat

Baca Artikel Asli