Gunung Semeru Erupsi, Tidak Ada Dampak Hujan Abu

Jumat, 03 Januari 2025 - Angga Yudha Pratama

MerahPutih.com - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur erupsi beberapa kali dengan tinggi letusan 1.200 meter di atas puncak Kawah Jonggring Saloko, Kamis (3/1).

Kolom abu berwarna kelabu mengarah ke Utara dengan intensitas sedang dan amplitudo maksimum 22 mm.

Saat ini, status Semeru bertahan pada level II waspada, berdasarkan rekomendasi PVMPG. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di radius 13 km dari puncak Semeru.

BPBD Lumajang terus menyiagakan personil di pos pantau Curah Kobo’an untuk memberi informasi sedini mungkin perkembangan aktivitas Semeru.

Baca juga:

Asik Nih, Pendakian Ke Gunung Semeru Kembali di Buka, Cuma ...

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono mengimbau agar penambang lokal tetap waspada terutama saat terjadi hujan dan menghadapi cuaca basah.

"Terjadi erupsi dengan ketinggian 1.200 meter, tidak ada dampak hujan abu, namun penambang lokal agar tetap waspada menghadapi cuaca basah," ucap Yudi.

Banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang aliran sungai Besuk Kobo’an di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Lumajang.

Banjir membawa material vulkanik berupa pasir lumpur hingga bebatuan. Banjir ini terekam di seismograf pusat vulkanologi mitigasi dan bencana geologi (PVMPG) dengan amplitudo 10 mm.

Baca juga:

Kondisi Terkini Gunung Semeru: Tiap Hari Alami Puluhan Kali Letusan

Warga dan penambang pasir sebelumnya telah diperingatkan untuk segera meninggalkan aliran sungai, guna mengantisipasi dampak berbahaya. Derasnya aliran lahar yang terjadi akibat hujan lebat di puncak Semeru.

Akibat lahar terjangan hujan ini jalur alternatif Lumajang-Malang melalui Curah Kobo’an tidak bisa dilalui sementara.

BPBD setempat menghimbau kepada warga terutama para penambang pasir untuk selalu waspada dan berhati-hati, mengingat di sekitar puncak Gunung Semeru banyak terdapat endapan material vulkanik yang sewaktu-waktu bisa ikut hanyut terbawa aliran lahar. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan