Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Restorasi 20 Tahun Pan's Labyrinth 100% Konvensional, Guillermo del Toro: Tidak Ada AI Sialan!

Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026

MerahPutih.com – Sutradara peraih tiga Piala Oscar, Guillermo del Toro, kembali menegaskan sikap kerasnya menolak penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri perfilman.

Pada perayaan 20 tahun film ikonik Pan’s Labyrinth, ia memastikan proses restorasi dan konversi 3D film tersebut dilakukan dengan teknik konvensional, tanpa campur tangan AI.

Baca juga:

Film 'Frankenstein' Karya Guillermo del Toro Tayang di Netflix, Simak Sinopsis hingga Fakta Menariknya

“Tidak Ada AI Sialan Itu!”

Dalam panel khusus di ajang San Diego Comic-Con, Jumat lalu, Del Toro menegaskan sejak awal ia melarang timnya menggunakan teknologi AI.

Saya bilang, ‘Sama sekali tidak ada AI sialan itu,’

Guillermo del Toro, disambut tepuk tangan meriah hadirin San Diego Comic-Con

Film Pan’s Labyrinth rencananya akan kembali tayang di bioskop pada 9 Oktober 2026, bertepatan dengan perayaan 20 tahun sejak pertama kali dirilis. Proyek ini mencakup restorasi visual dan konversi ke format 3D.

Restorasi Konvensional Lebih Mahal, Tapi Bernilai

Del Toro mengakui restorasi tanpa bantuan AI membutuhkan biaya lebih besar. Namun, baginya hal itu bukan masalah.

“Itu jauh lebih mahal. Saya tidak peduli. Intinya, yang kita lindungi adalah keindahan dan kekuatan penebusan dari seni,” Guillermo del Toro

Menurut dia, nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada proses kreatif yang dijalani para seniman. Mulai dari penulis, ilustrator, hingga pembuat film, semua memiliki peran yang tidak bisa digantikan mesin.

Baca juga:

Mengenal 'Trionda', Bola Resmi Piala Dunia 2026 yang Dibalut Teknologi AI

Fakta Penting Seputar Restorasi 20 Tahun Film Pan’s Labyrinth

Konsisten Menolak AI Generatif

Penolakan Del Toro terhadap AI bukan hal baru. Tahun lalu, dia juga menegaskan tidak akan menggunakan AI dalam proses kreatifnya. Di matanya, teknologi AI dianggap sebagai ancaman nyata terhadap kreativitas manusia

Bahkan, Del Toro beberapa kali melontarkan kalimat tegas, “Persetan dengan AI!” . Baginya, menjaga keaslian proses kreatif adalah bentuk penghormatan terhadap karya seni. (Tka)

Baca Artikel Asli