MerahPutih.com – Sutradara peraih tiga Piala Oscar, Guillermo del Toro, kembali menegaskan sikap kerasnya menolak penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri perfilman.
Pada perayaan 20 tahun film ikonik Pan’s Labyrinth, ia memastikan proses restorasi dan konversi 3D film tersebut dilakukan dengan teknik konvensional, tanpa campur tangan AI.
Baca juga:
“Tidak Ada AI Sialan Itu!”
Dalam panel khusus di ajang San Diego Comic-Con, Jumat lalu, Del Toro menegaskan sejak awal ia melarang timnya menggunakan teknologi AI.
Saya bilang, ‘Sama sekali tidak ada AI sialan itu,’
Guillermo del Toro, disambut tepuk tangan meriah hadirin San Diego Comic-Con
Film Pan’s Labyrinth rencananya akan kembali tayang di bioskop pada 9 Oktober 2026, bertepatan dengan perayaan 20 tahun sejak pertama kali dirilis. Proyek ini mencakup restorasi visual dan konversi ke format 3D.
Restorasi Konvensional Lebih Mahal, Tapi Bernilai
Del Toro mengakui restorasi tanpa bantuan AI membutuhkan biaya lebih besar. Namun, baginya hal itu bukan masalah.
“Itu jauh lebih mahal. Saya tidak peduli. Intinya, yang kita lindungi adalah keindahan dan kekuatan penebusan dari seni,” Guillermo del Toro
Menurut dia, nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada proses kreatif yang dijalani para seniman. Mulai dari penulis, ilustrator, hingga pembuat film, semua memiliki peran yang tidak bisa digantikan mesin.
Baca juga:
Mengenal 'Trionda', Bola Resmi Piala Dunia 2026 yang Dibalut Teknologi AI
Fakta Penting Seputar Restorasi 20 Tahun Film Pan’s Labyrinth
-
Film: Pan’s Labyrinth (2006)
-
Sutradara: Guillermo del Toro
-
Perayaan: 20 tahun, tayang ulang 9 Oktober 2026
-
Format baru: Restorasi konvensional + konversi 3D
-
Sikap Del Toro: Menolak penggunaan AI generatif
-
Alasan: Menjaga keaslian proses kreatif dan nilai seni
Konsisten Menolak AI Generatif
Penolakan Del Toro terhadap AI bukan hal baru. Tahun lalu, dia juga menegaskan tidak akan menggunakan AI dalam proses kreatifnya. Di matanya, teknologi AI dianggap sebagai ancaman nyata terhadap kreativitas manusia
Bahkan, Del Toro beberapa kali melontarkan kalimat tegas, “Persetan dengan AI!” . Baginya, menjaga keaslian proses kreatif adalah bentuk penghormatan terhadap karya seni. (Tka)