Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026

Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 59 menit lalu

MerahPutih.com - Ghost in the Cell menjadi film dengan jumlah nominasi terbanyak di Festival Film Indonesia (FFI) ke-46 tahun ini.

Film garapan sutradara Joko Anwar tersebut mengantongi total 13 nominasi dalam ajang penganugerahan Piala Citra.

Informasi nominasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi FFI . Ghost in the Cell masuk dalam sejumlah kategori utama, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, hingga berbagai kategori teknis, termasuk sinematografi, tata artistik, dan efek visual.

Pencapaian ini menambah perhatian terhadap film yang menjadi salah satu proyek ambisius Joko Anwar. Film tersebut dirilis pada pertengahan 2026 dan telah mengumpulkan lebih dari 3 juta penonton.

Baca juga:

FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio

Ghost in the Cell Masuk 13 Kategori Nominasi FFI

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan melalui akun Instagram @festivalfilmid, Ghost in the Cell masuk dalam 13 kategori nominasi FFI 2026, yaitu:

  1. Film Cerita Panjang Terbaik.
  2. Sutradara Terbaik.
  3. Pemeran Utama Pria Terbaik.
  4. Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik.
  5. Penata Musik Terbaik.
  6. Pengarah Sinematografi Terbaik.
  7. Pengarah Artistik Terbaik.
  8. Penata Efek Visual Terbaik.
  9. Pemeran Pendukung Terbaik.
  10. Rias Terbaik.
  11. Penata Busana Terbaik.
  12. Penulis Skenario Asli Terbaik.

Tayang Perdana di Berlinale 2026

Sebelum mendapatkan sorotan di FFI, Ghost in the Cell terlebih dahulu ditayangkan di festival film internasional. Film tersebut melakukan pemutaran perdananya di Berlin International Film Festival 2026 atau Berlinale pada 13 Februari 2026.

Kehadiran film ini di festival internasional tersebut menjadi bagian dari perjalanan Ghost in the Cell sebelum menjangkau lebih banyak penonton di Indonesia.

Di bawah arahan Joko Anwar, film ini menggabungkan unsur horor supranatural dengan kritik terhadap persoalan sosial. Ceritanya tidak hanya mengandalkan teror untuk membangun ketakutan dan ketegangan, tetapi juga menghadirkan persoalan korupsi sistemik, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan kelas.

Baca juga:

FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra

Kritik Sosial di Balik Teror Penjara

Ghost in the Cell berlatar di Lapas Labuhan Angsana, sebuah penjara dengan tingkat keamanan tinggi yang dikenal brutal. Lingkungan tersebut digambarkan dipenuhi penindasan oleh sipir korup serta kekerasan antargeng narapidana.

Dalam ulasan yang dibahas media internasional Variety, penjara dalam film ini dipandang sebagai mikrokosmos masyarakat Indonesia, tempat persoalan sosial, moral, dan keyakinan dipertanyakan.

Pendekatan tersebut menempatkan horor bukan sekadar sebagai sumber teror supranatural, melainkan juga sebagai medium untuk menguliti berbagai persoalan yang lebih luas. Korupsi, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan kelas menjadi bagian dari kritik sosial yang dibangun melalui cerita.

Perpaduan horor dan kritik sosial ini menjadi salah satu aspek yang menonjol dalam film garapan Joko Anwar tersebut.

Deretan Pemain Ghost in the Cell

Ghost in the Cell dibintangi sejumlah aktor Indonesia yang memerankan karakter dalam cerita berlatar Lapas Labuhan Angsana.

Berikut daftar pemain dan karakter yang disebutkan dalam naskah:

(Tka)

Baca Artikel Asli