NAMA Aprilia dan Amasya Manganang tengah jadi sorotan dunia. Kakak-beradik ini merupakan atlet tim nasional voli putri. Tak hanya memiliki kemampuan luar biasa, keduanya punya penampilan tak biasa. Berbeda dari perempuan pada umumnya, keduanya memiliki struktur wajah kokoh, bahu bidang, dan kumis tipis. Kekuatan mereka pun jauh di atas rata-rata perempuan pada umumnya. Hal tersebut membuat mereka tak hanya disegani lawan, tetapi juga mendapat komentar tak sedap dari lawan. Tim lawan meragukan gender mereka sebagai perempuan. Salah satunya ialah tim Filipina.
Seusai dikalahkan tim Filipina dikalahkan Indonesia, Sabtu (25/8), para supporter Filipina mencibir penampilan Manganang bersaudara. Mulai dari menyebut mereka monster, menuduh mereka sebagai transgender hingga mengatakan secara biologis Manganang bersaudara ialah laki-laki.
Tuduhan tak mendasar tersebut rupanya pernah pula disampaikan pelatih tim Filipina pada SEA Games 2015. Kala itu, pelatih Filipina meragukan gender Aprilia Manganang dan menutut tes. Berdasarkan dokumen yang dikeluarkan federasi Asia disebutkan bahwa secara fisik dan psikis Aprilia ialah perempuan. Tuntutan tersebut pun dibatalkan.
Penampilan unik Aprilia dan Amasya rupanya dipengaruhi kadar hormon testosteron yang terlampau tinggi. Faktor tingginya testosteron bisa terjadi karena konsumsi protein atau olahraga intensitas tinggi. Hormon testosterone adalah hormone steroid yang tergolong pada androgen. Walaupun kerap dikaitkan pada laki-laki, perempuan juga memiliki kadar testosteron dalam jumlah kecil. Pada pria, testosteron dihasilkan testis. Sementara itu, pada wanita dihasilkan di indung telur (ovari). Hormon testosteron berfungsi meningkatkan gairah seksual, menjaga energi, meningkatkan fungsi imun, dan melindungi tubuh dari kemungkinan osteoporosis.
Meski memiliki fungsi yang cukup banyak, kelebihan hormon testosteron pada perempuan memberi efek buruk. Berikut dampak buruk kelebihan hormon testosteron pada tubuh.
1. Hirsutisme
Ini merupakan kondisi saat perempuan mengalami pertumbuhan bulu kasar di tubuhnya. Misalnya, muncul kumis atau janggut layaknya laki-laki. Berdasarkan informasi yang dilansir Mayo Clinic, hal tersebut disebabkan produksi hormon androgen terutama testosteron berlebihan.
2. Clitoromegaly
Menurut Chuldren’s Hospital of Eastern Ontario, salah satu akibat kelebihan hormon ini ialah risiko clitoromegaly. Clitoromegaly adalah kondisi fisik dengan klitoris tumbuh secara tak wajar dan memiliki ukuran lebih panjang daripada ukuran normal.
3. Virilisasi
Virilisasi sering dikaitkan dengan tumor pada kelenjar adrenal dan ovarium. Akibatnya, terjadi peningkatan libido dan massa otot pada perempuan. Jika tak segera ditangani, virilsasi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau hipertensi.
4. Jerawat
Jerawat merupakan efek samping hiperandroginisme yang paling sering muncul. Meningkatnya kadar testosteron diiringi dengan produksi sebum berlebih. Dampaknya, kulit wajah mudah tersumbat hingga memicu tumbuhnya jerawat.
5. Rambut rontok
Sebanyak 15% kerontokan rambut pada perempuan dialami mereka yang memiliki hormon testosteron tinggi. fakta tersebut sesuai dengan pernyataan American Association of Clinical yang menyatakan alopecia androgenetic atau kerntokan rambut merupakan efek samping tingginya testosteron.
6. Gangguan Menstruasi
Tingginya testosterone juga dapat memicu terganggunya siklus menstruasi. Dalam beberapa kasus, perempuan dengan hormon testosteron berlebihan juga mengalami amenorrhea atau berhentinya menstruasi.(Avi)