Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Finlandia Hentikan Pembangunan Dua Pusat Data Google, Khawatirkan Kerusakan Lingkungan

Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM — OTORITAS Finlandia telah memerintahkan penghentian pekerjaan pembangunan di dua lokasi rencana pusat data Google. Penghentian itu dilakukan di tengah kekhawatiran atas penebangan lebih dari 300 hektare hutan.

Lokasi-lokasi tersebut merupakan bagian dari rekor investasi Google senilai 13 miliar euro atau sekira Rp 223,6 triliun di Finlandia, yang diumumkan kurang dari sebulan lalu. Investasi itu digambarkan perusahaan tersebut sebagai investasi tunggal terbesarnya di Eropa.

Lembaga Pengawas Finlandia (LVV) menyatakan pekerjaan di salah satu lokasi dilakukan tanpa analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) wajib. Lembaga itu segera memerintahkan agar tindakan yang dapat mengubah lingkungan secara signifikan ditangguhkan paling lambat 23 Oktober.

Pihak Google menyampaikan mereka telah gagal memenuhi standar tinggi yang mereka tetapkan sendiri dalam kasus ini dan akan mengikuti arahan dari lembaga tersebut.

Perintah penghentian ini berkaitan dengan pekerjaan persiapan yang dilakukan di lokasi rencana pusat data di Muhos dan Kajaani. Menurut kepala bidang lingkungan LVV Tommi Muilu, dikutip BBC, pekerjaan di lokasi-lokasi tersebut mencakup penebangan pohon dan pengerukan tanah lapisan atas, pembangunan jalan akses lokasi dan area penyimpanan, serta perubahan pada saluran air/parit.

Tuike Finland, perusahaan di balik proyek pusat data Google, telah diminta untuk memberikan penjelasan dan memaparkan bagaimana rencananya untuk melangkah selambat-lambatnya pada 14 Oktober. Lembaga pengawas tersebut menyatakan dapat memulai proses penegakan hukum jika perusahaan gagal mematuhi tuntutan tersebut.

Sementara itu, Hanna Halmeenpaa, Ketua Asosiasi Konservasi Alam Finlandia, sebelumnya telah menyampaikan kepada kantor berita AFP bahwa kawasan alam yang seharusnya dilestarikan telah ditebang. Kelompok konservasi tersebut sebelumnya telah mendesak agar pekerjaan dihentikan seiring pemeriksaan persyaratan lingkungan.

"Kami memahami kekhawatiran yang ada dan telah gagal memenuhi standar tinggi kami sendiri dalam kasus ini,” kata pihak Google mengenai hal ini, dikutip BBC.

Google menyatakan telah bertindak dengan iktikad baik di bawah Undang-Undang Kehutanan, melakukan survei alam, serta menerapkan langkah-langkah untuk melindungi area bernilai lingkungan tinggi. "Seiring upaya kami melanjutkan kerja jangka panjang di wilayah ini, kami sedang mematangkan rencana penataan lanskap dan keanekaragaman hayati kami, yang mencakup penanaman pohon di area seluas 130 hektare di Muhos," tambah perusahaan tersebut.

Google mengumumkan bulan lalu bahwa mereka akan menginvestasikan setidaknya 13 miliar euro di Finlandia selama kurun waktu 2027 dan 2028. Rencananya mencakup pusat data baru di Kajaani, Muhos, dan Vaala, di samping investasi pada fasilitas yang sudah ada di Hamina. Perusahaan tersebut menyatakan infrastruktur ini akan membantu memenuhi lonjakan permintaan untuk layanan-layanan seperti Search, Maps, dan asisten AI milik mereka, Gemini.

Google menyebut tahap konstruksi pada 2027 dan 2028 akan menyerap lebih dari 37.000 tenaga kerja serta menyumbang rata-rata 3,6 miliar euro per tahun bagi perekonomian Finlandia.

Sebagai bagian dari ekspansinya, Google juga menandatangani perjanjian pembelian tenaga listrik jangka panjang selama 22 tahun dengan perusahaan energi Finlandia, Fortum. Pembelian itu mencakup hingga separuh kapasitas dari pembangkit listrik tenaga nuklir Loviisa. Pihak Fortum menyampaikan perjanjian ini akan membantu mendukung kelangsungan operasi PLTN tersebut hingga 2050.

Finlandia makin diminati sebagai lokasi pembangunan pusat data. Iklimnya yang sejuk dan pasokan listrik beremisi karbon rendah menjadi beberapa faktor utama yang membuatnya menarik bagi para pengembang. Suhu lingkungan yang lebih rendah juga dapat mengurangi konsumsi energi yang dibutuhkan untuk mendinginkan fasilitas yang dipenuhi server komputer.(dwi)

Baca Artikel Asli