Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Film Horor bukan untuk Anak-Anak

Dwi Astarini - Selasa, 10 April 2018

FILM horor Indonesia makin menjamur. Penontonnya pun beragam. Dari dewasa, remaja hingga anak-anak. Bagi sebagian orangtua, mengajak putra-putri mereka menonton film horor merupakan hal menyenangkan. Mereka berpikir, selama tidak menampilkan adegan kekerasan atau adegan seksual, film tersebut aman ditonton anak-anak. Padahal, menonton film horor akan membawa dampak buruk bagi anak-anak.

Psikolog Adityana Kasandra Putranto mengimbau para orangtua untuk tidak mengajak anak mereka menyaksikan film horor.

"Segala hal yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami anak akan masuk ke memori," ujar perempuan yang kerap disapa Adit tersebut. Anak akan terbayang-bayang dengan karakter hantu atau adegan seram yang ia lihat di film horor. Akibatnya, anak akan bermimpi buruk.

Film horor atau suspense thriller juga dapat membuat saraf otak anak kaget dan tersentak-sentak.

"Dampaknya, anak akan merasa stres," ucapnya.

Reaksi yang biasa timbul saat anak menonton film horor ialah menangis. Tangisan yang dibiarkan akan menyebabkan anak menjadi pribadi yang agresif.

Film horor dikategorikan tayangan untuk dewasa. (foto: Instagram)

Hal itulah yang mendorong pihak Lembaga Sensor Film sepakat memberi rate dewasa atau 17+ untuk film horor meski film tersebut tidak menampilkan adegan seksual.

"Anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, masak ditakut-takuti dengan hantu yang bentuknya menyeramkan?" tutur Wakil Ketua Lembaga Sensor Film Dody Budiatman.

Menurut Dody, bentuk hantu yang menakutkan dapat membuat anak-anak menjadi trauma. Ia juga mengungkapkan bahwa adegan yang ada di film horor seringkali tidak logis.

"Anak-anak seharusnya diberikan tayangan edukatif dan kreatif. Kalau dari kecil sudah disuguhi film tidak logis, itu akan berdampak negatif untuk kognitifnya," imbuh Dody.

Aktor Chicco Jerikho pun ikut menyampaikan keprihatinannya akan sikap orangtua yang cuek akan tontonan untuk anak mereka. Chicco mengungkapkan bahwa ia pernah datang ke bioskop dan melihat ada orangtua yang mengajak anak mereka nonton film horor. Padahal, Chicco menilai bahwa orangtua tersebut sadar bahwa kategori film horor tersebut masuk kategori dewasa.

"Jujur, gua miris lihatnya," tukas Chicco.(Avi)

Baca Artikel Asli