MerahPutih.com - Film bioskop terbaru dengan genre beragam, siap menarik perhatian pencinta layar lebar, mulai dari horor supranatural, thriller bertahan hidup, aksi laga, hingga drama sosial pada pertengahan Oktober 2026.
Deretan film bioskop terbaru ini menawarkan cerita yang berbeda, mulai dari perjuangan melarikan diri dari perut paus raksasa hingga konspirasi di balik turnamen bela diri.
Beberapa judul yang menarik untuk dicermati antara lain WhaleFall, Street Fighter, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Beware Boiuna, Bapak Paling Jujur, dan Beautiful Pain.
Keenam film tersebut mengangkat konflik yang beragam. Ada cerita tentang perjuangan bertahan hidup di tengah ancaman predator, teror iblis akibat perjanjian darah, hingga kisah seorang ibu yang berjuang merebut kembali martabat dan hak asuh anaknya.
Berikut sinopsis dan informasi produksi enam film tersebut.
Baca juga:
Film The Social Reckoning Tak Sesuai Ekspektasi, Ini Penyebabnya
1. WhaleFall
WhaleFall menghadirkan premis thriller bertahan hidup yang menegangkan. Film ini mengikuti Jay Gardiner, yang diperankan Austin Abrams, seorang penyelam yang berusaha mencari jenazah ayahnya di lepas pantai California bagian tengah.
Pencarian tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika Jay ditelan seekor paus sperma raksasa. Terjebak di dalam tubuh hewan tersebut dengan persediaan oksigen yang hanya cukup untuk sekitar satu jam, Jay harus mencari cara agar bisa keluar hidup-hidup.
Dalam situasi yang semakin mendesak, Jay mulai mengingat pelajaran berharga yang pernah diberikan ayahnya. Ingatan tersebut menjadi salah satu harapan untuk menghadapi situasi yang nyaris mustahil.
Film ini disutradarai Brian Duffield, yang juga menulis naskah bersama Daniel Kraus. Produksinya melibatkan Jeb Brody, Brian Duffield, Brian Grazer, dan Allan Mandelbaum, di bawah naungan 20th Century Studios.
2. Street Fighter
Penggemar film laga dan gim pertarungan dapat menantikan Street Fighter, yang membawa kembali karakter ikonis Ryu dan Ken ke dalam sebuah konflik baru.
Dalam ceritanya, Ryu yang diperankan Andrew Koji dan Ken yang dimainkan Noah Centineo kembali bekerja sama setelah Chun-Li, diperankan Callina Liang, merekrut keduanya untuk mengikuti Turnamen World Warrior.
Namun, turnamen tersebut ternyata menyimpan konspirasi tersembunyi. Ryu dan Ken bukan hanya harus menghadapi lawan-lawan tangguh, tetapi juga berhadapan dengan masa lalu mereka sendiri. Kegagalan mengatasi konflik tersebut dapat membawa mereka menuju kehancuran.
Film ini disutradarai Kitao Sakurai, yang juga menulis naskah bersama T.J. Fixman. Deretan produsernya mencakup Cale Boyter, Stefan Makhoul, Jason Momoa, Takayuki Nakayama, dan Mary Parent. Street Fighter diproduksi oleh Paramount Pictures.
Baca juga:
Film Baru Tom Cruise ‘Digger’ Flop, Diproyeksikan Rugi Rp 3,8 Triliun
3. Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Film horor Indonesia Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menawarkan kisah tentang kerasukan, ritual terlarang, dan konsekuensi perjanjian yang melibatkan kekuatan gelap.
Cerita berpusat pada dua romo eksorsis, Romo Thomas yang diperankan Jerome Kurnia dan Romo Rendra yang dimainkan Lukman Sardi. Keduanya harus menghadapi Rephaim, iblis kuat yang disebut lahir dari perjanjian darah leluhur.
Teror bermula ketika sebuah ritual gagal di kota terpencil di Indonesia. Peristiwa tersebut memicu kekacauan dan membuat sejumlah orang terjerat dalam kerasukan akibat praktik pesugihan.
Di tengah situasi yang semakin mencekam, kedua romo harus menjalankan pengusiran setan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terancam. Mereka pun menghadapi kekuatan jahat yang berakar dari masa lalu.
Film ini disutradarai Rizal Mantovani dengan naskah karya Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Robert Ronny dan Prima Taufik bertindak sebagai produser, sementara produksinya melibatkan Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment.
4. Beware Boiuna
Beware Boiuna membawa penonton ke pedalaman Amazon, tempat sebuah misi medis berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup.
Misi yang semula ditujukan untuk membantu masyarakat setempat berubah menjadi situasi berbahaya ketika Boiuna, predator purba raksasa, terbangun. Makhluk tersebut berusaha merebut kembali wilayah kekuasaannya dan mengancam siapa pun yang berada di habitatnya.
Di tengah hutan yang keras dan sulit ditaklukkan, para anggota misi harus berjuang menghadapi ancaman yang jauh melampaui kemampuan mereka.
Alam liar menjadi medan pertaruhan, sementara predator tersebut menguasai wilayah yang mereka masuki.
Film ini disutradarai Mike P. Nelson, dengan naskah yang ditulis bersama Tony Giglio dan Alan B. McElroy. Jeremy Bolt dan Robert Kulzer bertindak sebagai produser, sedangkan Constantin Film menjadi rumah produksinya.
Baca juga:
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
5. Bapak Paling Jujur
Berbeda dari film-film yang mengandalkan teror dan aksi, Bapak Paling Jujur menghadirkan komedi dengan latar persaingan politik.
Cerita mengikuti Jonas Prakoso, diperankan Andovi Da Lopez, dan Sambodo, yang dimainkan Soleh Solihun. Keduanya telah menyiapkan citra sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang ideal di mata masyarakat.
Masalah muncul ketika Jonas terkena kutukan dari neneknya yang membuatnya tidak bisa berbohong. Setiap pikiran yang terlintas langsung terlontar, termasuk di hadapan keluarga, tim sukses, lawan politik, hingga masyarakat.
Rahasia yang semula ingin disembunyikan pun berpotensi terbongkar. Situasi tersebut menjadi sumber konflik sekaligus komedi, terutama ketika Jonas harus menjaga citra politik di tengah kebiasaannya mengungkapkan segala sesuatu secara spontan.
Film ini disutradarai Fajar Nugros berdasarkan naskah Rino Sarjono. Aoura Lovenson Chandra bertindak sebagai produser, dengan Cahaya Pictures dan Studio Antelope sebagai rumah produksi.
6. Beautiful Pain
Beautiful Pain mengangkat drama sosial tentang perjuangan seorang ibu tunggal untuk bangkit dari keterpurukan dan mendapatkan kembali hak-haknya.
Tokoh utama dalam film ini menemukan harapan baru melalui kariernya sebagai aktris. Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi cobaan ketika ia menghadapi pelecehan seksual dan fitnah yang menghancurkan reputasinya.
Baca juga:
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
Dampaknya tidak berhenti pada kehidupan profesional. Ia juga kehilangan hak asuh atas anak-anaknya dan harus berhadapan dengan sistem yang dinilai bias terhadap perempuan.
Dengan dukungan orang-orang terdekat, sang ibu berjuang memulihkan martabat, merebut kembali keluarganya, dan menyuarakan kebenaran. Kisahnya menyoroti keteguhan seorang perempuan ketika menghadapi tekanan sosial dan ketidakadilan.
Film ini disutradarai Dmaz Brodjonegoro dengan naskah yang ditulis bersama Titien Wattimena dan Hanung Bramantyo. Hanung Bramantyo juga bertindak sebagai produser melalui rumah produksi Dapur Film.