Merahputih.com - Ada pemandangan menggelitik dari suporter Manchester City yang kedapatan membawa balon pisang Man City berwarna kuning cerah saat tim kesayangannya mencukur habis Liverpool 3 gol tanpa balas di Anfield.
Ternyata, aksi pamer balon di tribun ini bukanlah lelucon acak, melainkan sebuah tradisi unik suporter Man City yang punya akar sejarah kuat sejak tahun 1987.
Buat kamu yang penasaran, fenomena ini adalah bentuk perayaan klasik The Citizens yang sengaja dihidupkan kembali untuk mencairkan ketegangan laga tandang di kandang rival.
Baca juga:
Statistik Membagongkan Liverpool vs Manchester City: Saat Anfield Jadi 'Kuburan' Bagi The Reds
Momen kemenangan telak di laga Man City vs Liverpool ini memang terasa makin spesial berkat aksi borong balon secara massal yang juga disorot oleh Manchester Evening News.

Para pendukung rupanya rela repot-repot memborong benda tiup raksasa tersebut jauh-jauh hari sebelum bertolak ke markas lawan.
Di mata penikmat bola kasual, kelakuan nyeleneh suporter Manchester City ini mungkin sekadar cari sensasi atau murni bercandaan biasa.
Namun nyatanya, aksi tersebut menyimpan cerita kebersamaan mendalam yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi selama hampir empat dekade.
Awal Mula Sejarah Balon Pisang (1987)
Kisah kocak tapi legendaris ini bermula pada 15 Agustus 1987 silam, tepatnya saat Manchester City melakoni laga kontra Plymouth Argyle.
Waktu itu, seorang fans bernama Frank Newton iseng membawa sebuah balon pisang berukuran jumbo ke dalam stadion.
Siapa sangka, ide spontan dari satu orang ini langsung memikat perhatian dan sukses membius ribuan pendukung lain untuk ikut-ikutan.
Para pendukung lain mulai meniru aksi Newton dengan membawa berbagai benda tiup ke pertandingan-pertandingan berikutnya,
ucap sejarawan Manchester City, Gary James berdasarkan dokumentasi klub.
Lewat satu momen sederhana tersebut, sebuah kultur baru lahir dan langsung melekat erat sebagai identitas suporter klub asal Manchester ini.

Evolusi Benda Tiup di Era Kasta Kedua
Seiring berjalannya waktu, obsesi para fans terhadap benda tiup ini makin liar dan nggak cuma mentok di bentuk buah-buahan.
Memasuki akhir era 1980-an ketika Manchester City harus berjuang keras berlaga di kasta kedua sepak bola Inggris, tribun tandang mereka justru berubah jadi arena parade yang makin absurd sekaligus menghibur.
Baca juga:
Hasil Liverpool vs Manchester City 0-3: 10 Pemain The Reds Tak Berdaya Dihajar Citizens
Suporter mulai membawa masuk balon berbentuk hiu, dinosaurus, monster, sampai palu raksasa ke bangku penonton.
Kehadiran properti warna-warni ini sukses menyuntikkan vibe ceria dan santai, sekaligus memecah atmosfer sepak bola Inggris zaman itu yang identik dengan tensi tinggi dan ketegangan antarsuporter.
Jadi, kalau hari ini kamu melihat lagi ribuan balon kuning melambai girang di Anfield, itu adalah bukti sah bahwa jiwa humor dan kultur autentik para pendukung setia City nggak pernah luntur dimakan zaman.