Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

F1 GP Singapura Tetap Jalan Sesuai Jadwal di Tengah Ancaman Kabut Asap Karhutla Indonesia

Yusuf Abdillah - Jumat, 09 Oktober 2026

Merahputih.com - Grand Prix Formula 1 Singapura di Marina Bay Street Circuit tetap berjalan sesuai jadwal meski penyelenggara mewaspadai dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Direktur Eksekutif Singapore GP Pte Ltd, Adam Firth, menegaskan hingga Jumat (9/10) belum ada rencana mengubah agenda dalam rangkaian balapan tersebut.

Baca juga:

Jadwal F1 Singapura 2026: Antonelli Masih Pimpin Klasemen, Verstappen Datang Bawa Modal Kemenangan

Sebelumnya, Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyinggung kemungkinan pembatasan aktivitas luar ruangan, termasuk kegiatan hiburan, apabila kondisi asap di Singapura memburuk.

Bertentangan dengan laporan media baru-baru ini, saat ini tidak ada rencana mengubah aktivitas hiburan kami di ajang Formula 1 Grand Prix Singapore,

kata Firth dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, penyelenggara terus memantau kondisi cuaca sebagai bagian dari prosedur operasional acara.

Baca juga:

Unik! Gagal Finis di F1 GP Bahrain, Valtteri Bottas Pilih Gowes Sepeda 350 Km dari Malaysia ke Singapura

"Jika ada perubahan, kami akan menyampaikannya melalui saluran resmi kami secara tepat waktu," ujarnya.

Kabut Asap Jadi Perhatian Penyelenggara

Dalam sepekan terakhir, Singapura terdampak kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Kondisi tersebut turut memicu kekhawatiran mengenai kualitas udara dan keselamatan pengunjung selama berlangsungnya acara luar ruangan.

Baca juga:

Verstappen Menangi F1 GP Bahrain in Malaysia, Antonelli Makin Kokoh di Puncak Klasemen F1 2026

Dewan Pariwisata Singapura juga memantau perkembangan tingkat polusi serta menyiapkan informasi terbaru mengenai kondisi kabut asap.

Meski agenda GP Singapura masih berlangsung sesuai rencana, situasi kualitas udara tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Penyelenggara membuka kemungkinan menyampaikan perubahan apabila kondisi lingkungan mengharuskan penyesuaian kegiatan.

Baca Artikel Asli