Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga Hiburan & Gaya Hidup

F1 akan Kembali ke Jarak Standar pada 2028, Balapan Maksimal 305 Km

Dwi Astarini - 1 jam, 44 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — GRAND prix Formula 1 akan kembali ke jarak standar mereka pada 2028. Sebelumnya, panjang maksimum balapan telah dipersingkat untuk musim depan. Jarak maksimum balapan dipotong sebesar 15 km dari 305 km menjadi hanya 290 kmuntuk musim 2027.

Pengurangan tersebut diberlakukan karena adanya situasi kebetulan yang tidak biasa (quirk) seputar perubahan aturan mesin untuk tahun depan. Mesin hibrida baru yang diperkenalkan tahun ini, yang memiliki pembagian tenaga hampir 50-50 antara pembakaran dalam (internal combustion) dan tenaga listrik, telah dikritik karena mengurangi dampak dari keterampilan pengemudi.

Pembagian tenaga tersebut akan diubah dalam dua tahap menjadi 60-40 pada 2028. Hal itu memungkinkan para pebalap memiliki tenaga maksimum lebih lama. Ini berarti mobil akan menggunakan lebih banyak bahan bakar. Hal itu lantas menjadi perhatian ketika terungkap bahwa beberapa tim ingin membawa sasis mereka ke tahun depan demi menghemat biaya.

Karena tangki bahan bakar berada di dalam sasis, ukurannya tidak dapat diubah. Itu membuat tim-tim F1 mungkin tidak akan dapat menyelesaikan grand prix dengan tangki bahan bakar yang ada saat ini. Perubahan ini hanya berdampak pada beberapa balapan dengan konsumsi bahan bakar paling berat.

Baca juga:

Kimi Antonelli Bisa Kunci Gelar Juara Dunia di F1 GP Amerika Serikat 2026, Ini Skenario yang Diperlukan


Badan pengatur olahraga balap ini, FIA, menerbitkan aturan tahun 2027 minggu ini dan aturan tersebut mencakup bagian tentang perubahan untuk 2028. Di dalamnya terdapat klausul yang mencabut pengurangan tersebut dan mengembalikan jarak maksimum 305 km.

Pebalap Ferrari, Lewis Hamilton, sebelumnya sempat keberatan dengan pemangkasan jarak balapan tersebut.

"Balapan seharusnya dibuat lebih panjang karena balapan saat ini secara fisik lebih mudah daripada sebelum-sebelumnya. Jadi saya rasa mempersingkat jarak tidak masuk akal,” kata pebalap asal Inggris berusia 41 tahun itu.

Menurutnya, F1 seharusnya menjadi olahraga yang paling menuntut secara fisik serta mental. “Ada beberapa balapan yang sangat panas dan pada akhirnya membuat Anda berada di batas kemampuan. Seperti Singapura yang sangat panas dan menuntut,” jelasnya.

"Namun di situlah menurut saya Anda ingin melihat para atlet, tepat di batas kemampuan, bukan? Tepat di batas performa mereka, harus benar-benar mendorong tubuh mereka lebih jauh karena itulah inti dari olahraga ini mendorong, mendorong level, dan menembus batas kemampuan,” ujarnya.(dwi)

Baca juga:

MotoGP dan F1 akan Berbagi Lintasan di COTA, Pedrosa hingga Dovizioso Siap Turun

Baca Artikel Asli