Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Erick Thohir Ancam Larang Suporter Away Lagi, PSSI Beri Tenggat Sepekan

Yusuf Abdillah - 2 jam, 23 menit lalu

Merahputih.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir membuka kemungkinan kembali menerapkan larangan kehadiran suporter tim tamu (away) di kompetisi sepak bola nasional.

Wacana ini mencuat setelah dua insiden penyerangan yang melibatkan kelompok suporter terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam.

Baca juga:

Persib U-18 Jadi Korban Dugaan Penyerangan, PSSI Geram! Yunus Nusi Minta Pelaku Dihukum Berat

Erick memberikan waktu satu minggu kepada operator liga dan klub untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter. Jika tidak ada kesepakatan, PSSI siap turun tangan, termasuk mempertimbangkan kembali kebijakan larangan suporter tandang.

Ya, saya akan kasih kesempatan liga, klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi, ya jangan-jangan tidak ada lagi, ya suporter away lagi,

kata Erick.

Dua Insiden Penyerangan Jadi Sorotan

Pernyataan Erick muncul setelah dua peristiwa kekerasan terjadi dalam rentang waktu berdekatan. Insiden pertama menimpa rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Batang, Jawa Tengah.

Sementara itu, insiden lainnya melibatkan suporter Persija Jakarta dari kelompok The Jakmania Cikampek di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat.

Baca juga:

Penyerang Bus Tim Akademi Persib Diduga Suporter Persija, Jakmania Buka Suara

Erick mengaku prihatin atas rangkaian kejadian tersebut. Ia secara khusus menyoroti penyerangan terhadap rombongan tim EPA Persib Bandung U-18 yang, berdasarkan keterangannya, juga mengarah pada tindakan penjarahan.

PSSI Pertimbangkan Sanksi Pengurangan Poin

Selain kemungkinan membatasi kehadiran suporter tandang, Erick juga mendorong penerapan sanksi yang lebih tegas terhadap klub yang gagal mengendalikan pendukungnya.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengurangan poin bagi klub yang terbukti tidak mampu mencegah perilaku suporter yang berujung pada kekerasan.

Baca juga:

Penyerang Bus Persib Ditangkap Pakai Baju Persija, Hasil Tes Urine Positif Sabu dan Ganja

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong klub dan operator liga mengambil tanggung jawab lebih besar dalam menjaga keamanan pertandingan maupun perjalanan suporter.

Baca Artikel Asli