MerahPutih.com – Anggota DPR RI Ledia Hanifa meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh kasus penyerangan terhadap tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung.
Penanganan perkara tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sekaligus mencegah kekerasan kembali terjadi di lingkungan sepak bola.
Ledia menegaskan, insiden yang menimpa tim pembinaan Persib Bandung tidak boleh berhenti pada penanganan sesaat tanpa kejelasan hukum. Aparat perlu mengungkap pihak-pihak yang terlibat dan menindak mereka sesuai peraturan yang berlaku.
Menurut legislator Fraksi PKS tersebut, keselamatan pemain muda harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan sepak bola.
Para atlet yang sedang meniti karier profesional semestinya mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan tanpa dibayangi ancaman kekerasan.
Kasus ini harus ditindaklanjuti secara serius. Kita perlu memastikan peristiwa tersebut diusut tuntas dan para pemain mendapatkan perlindungan yang diperlukan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan mengganggu proses pembinaan atlet muda,
kata Ledia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10).
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga tidak semata-mata diukur dari prestasi di lapangan. Jaminan keamanan bagi pemain, ofisial, dan pihak lain yang terlibat dalam kompetisi merupakan bagian penting dari ekosistem olahraga yang sehat.
Karena itu, Ledia mendorong klub, penyelenggara kompetisi, serta pihak terkait mengevaluasi mekanisme pengamanan pertandingan dan penanganan insiden. Langkah pencegahan perlu diperkuat agar potensi kekerasan dapat diantisipasi sebelum menimbulkan korban.
Selain penegakan hukum, ia menilai pembentukan budaya sportivitas harus menjadi tanggung jawab bersama. Rivalitas dalam sepak bola seharusnya diwujudkan melalui persaingan yang sehat, bukan tindakan yang membahayakan keselamatan pemain.
Sepak bola harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak muda untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi. Kita ingin mereka fokus mengembangkan bakatnya, bukan justru menghadapi ancaman kekerasan,
ujarnya.
Ledia berharap, kasus penyerangan terhadap tim EPA Persib Bandung menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak dalam memperkuat perlindungan atlet usia muda.
Dengan pengamanan yang memadai dan penegakan hukum yang tegas, kompetisi diharapkan dapat berlangsung secara aman sekaligus mendukung pembentukan atlet profesional yang berprestasi.