Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

El Clasico Pindah ke Meja Hijau, Barcelona Tuntut Presiden Real Madrid Cabut Omongan Soal Skandal Wasit

Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026

Merahputih.com - Babak baru kasus hukum Barcelona vs Real Madrid resmi bergulir setelah pengadilan Madrid memanggil Florentino Perez untuk hadir di sidang mediasi pada 25 November 2026 mendatang.

Pemanggilan ini merupakan buntut dari gugatan pencemaran nama baik yang dilayangkan kubu Blaugrana pada bulan Juni lalu, di mana mereka menuntut sang Presiden El Real menarik ucapannya terkait skandal wasit Negreira.

Jika Perez mangkir atau menolak meralat omongannya, raksasa Catalan itu siap menaikkan level perseteruan ini ke ranah tuntutan pidana.

Baca juga:

Bayern Munchen Goda Barcelona Rp 1,7 Triliun Demi Transfer Dani Olmo, Rela Dilepas?

Keputusan Florentino Perez digugat jelas bikin suasana sepak bola Spanyol makin panas, apalagi sidang kasus Negreira ini dijadwalkan tepat sebulan setelah duel panas El Clasico di Camp Nou (25 Oktober). Pertarungan yang tadinya cuma adu gengsi di lapangan hijau, kini resmi melebar jadi El Clasico di pengadilan.

Kubu Barca rupanya sudah habis kesabaran melihat manuver Perez yang terus-terusan mengungkit skandal wasit Liga Spanyol ke publik, bahkan sampai nekat mengirimkan ribuan halaman dokumen ke meja UEFA.

Dalam pernyataan resminya saat mendaftarkan gugatan, pihak Barca secara tegas menyatakan niatnya membawa kasus ini ke hukum.

Tujuan dari tuntutan ini adalah agar Tuan Perez menarik kembali pernyataan-pernyataan tertentu yang ia buat dengan menyadari bahwa itu palsu, serta bersifat memfitnah dan menyinggung citra serta reputasi Klub,

tulis perwakilan kubu Barcelona.

Awal Mula Ocehan Perez yang Bikin Barca Naik Pitam

Florentino

Puncak kekesalan Barcelona sebenarnya bermula dari sebuah jumpa pers dadakan yang digelar Florentino Perez pada awal Mei lalu. Dalam sesi yang cukup aneh dan keluar dari kebiasaan itu, Perez meledak dan mengungkit habis-habisan soal kasus Negreira.

Buat kamu yang mungkin lupa, Barca sebelumnya dituduh menggelontorkan dana sekitar €8,4 juta atau sekitar Rp 173 Miliar dari tahun 2001 hingga 2018 kepada mantan wakil presiden komite wasit Spanyol, José María Enríquez Negreira. Perez menuduh uang itu dipakai untuk menyogok wasit agar menguntungkan Barca di lapangan.

Tiga tahun lalu, kita mendengar soal kasus korupsi seperti kasus Negreira. Tidak ada preseden seperti ini dalam sejarah sepak bola dunia. Ini adalah skandal terbesar dalam sejarah,

serang Perez waktu itu kepada awak media.

Nggak berhenti di situ, Perez juga mengklaim kalau trofi Real Madrid selama ini banyak yang 'dirampok' gara-gara konspirasi tersebut.

Saya sudah di sini entah berapa musim dan saya cuma memenangi tujuh Liga Champions serta tujuh gelar La Liga. Harusnya kami punya 14, karena sisanya telah dicuri dari kami,

tambahnya.

Omongan pedas inilah yang bikin Perez, tak lama setelah memenangi pemilu presiden Real Madrid di musim panas, nekat menyerahkan dokumen tebal ke UEFA.

Tujuannya cuma satu: meminta UEFA mencabut gelar Liga Champions milik Barcelona yang diraih selama periode tuduhan Negreira tersebut. Kurang dari seminggu setelah aksi nekat Perez itu, Barca langsung membalas dengan gugatan hukum.

Serangan Balik Barca: "Itu Cuma Pengalihan Isu!"

Di sisi lain, Barcelona sejak awal membantah keras tudingan suap tersebut. Mereka bersikeras bahwa uang miliaran rupiah itu murni dibayarkan untuk jasa laporan dan konsultasi teknis terkait perwasitan, bukan buat nyogok wasit.

Mantan presiden ad-interim sekaligus wakil presiden Barcelona, Rafael Yuste, jadi orang pertama yang pasang badan. Ia nggak ragu nyebut komentar Perez sebagai sesuatu yang 'menyedihkan' dan menuduhnya sedang caper buat nutupin kebobrokan internal timnya sendiri.

Omongan Florentino kelihatan menyedihkan dan penuh dengan klaim palsu. Manuver ini cuma kedok buat menutupi hancurnya prestasi olahraga mereka selama dua tahun terakhir. Ini cuma pengalihan isu karena manajemen olahraga mereka yang buruk,

tembak Yuste.

Setelah musim 2025/2026 kelar, Yuste kembali buka suara untuk menegaskan bahwa Barca nggak main-main soal gugatan ini. Menurutnya, Perez cuma gagal move-on dan kepanasan melihat kesuksesan yang diraih Barcelona.

Lambang kami nggak boleh disentuh. Nama baik Barca nggak akan bisa dicoreng sama siapa pun. Jadi, kita ketemu aja di pengadilan,

tutup Yuste dengan nada menantang.

Dukungan Tak Terduga di Tengah Badai Internal El Real

Lucunya, di tengah panasnya persiapan sidang dan performa tim yang lagi loyo, Real Madrid baru saja kalah menyakitkan dari Atletico Madrid dan kini tertinggal enam poin dari Barca di pekan ketujuh musim 2026/2027, Perez justru dapat support dari sosok tak terduga.

Enrique Riquelme, mantan rival Perez dalam bursa pemilihan presiden klub, tiba-tiba muncul dan meminta seluruh pendukung Real Madrid bersatu. Padahal sebelumnya, hubungan keduanya sempat memanas gara-gara Riquelme datang ke laga derby Madrid.

Baca juga:

Manchester City Terancam Degradasi, Barcelona dan Real Madrid Pantau Situasi Erling Haaland

"Pemilu sudah selesai, dan sekarang kita semua harus bersatu. Semua elemen Madridismo harus kompak, jangan sampai ada keributan yang nggak perlu," kata Riquelme kepada radio COPE.

Dengan tensi yang setinggi ini, bentrokan antara Barcelona dan Real Madrid dipastikan nggak bakal berhenti di atas rumput Camp Nou akhir Oktober nanti. Para penggemar sepak bola kini tinggal menyiapkan popcorn untuk menyaksikan El Clasico jilid dua yang siap tersaji di ruang sidang Madrid bulan depan.

Baca Artikel Asli