Merahputih.com - Atlet kebanggaan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, sukses menyabet medali emas panjat tebing Asian Games 2026 di Jepang lewat kemenangan yang super dramatis.
Bertanding di nomor speed putri, Desak berhasil menumbangkan wakil China, Li Juan Deng, dengan selisih waktu super tipis 0,002 detik saja untuk mengamankan podium tertinggi.
Kemenangan luar biasa ini sekaligus memecahkan rekor Asian Games panjat tebing dan mengukuhkan dominasinya yang sukses mempertahankan gelar sejak edisi Hangzhou 2022.
Baca juga:
Desak Made Raih Medali Emas Panjat Tebing Asian Games 2026, Target Tim Indonesia Tercapai
Perjuangan Desak Made Rita Kusuma Dewi untuk meraih medali emas kali ini nyatanya nggak gampang dan penuh ujian mental.
Sebelum partai puncak hasil panjat tebing speed putri di Portmesse Nagoya Exhibition Hall dimulai, pertandingan sempat mengalami delay gara-gara kendala teknis.
Padahal, Desak Made emas Asian Games sudah di depan mata dan ia secara fisik maupun pikiran sudah sangat siap bertempur.
Alih-alih panik karena harus menunggu, Desak memilih menenangkan diri dan memakai jurus 'ikhlas' agar konsentrasinya nggak ambyar.
Karena badan sudah siap, pikiran sudah siap. Terus tiba-tiba ditunda lima menit, terus lima menit lagi. Lebih ke ikhlas saja sih tadi. Dari sebelumnya juga lihat catatan waktu peserta lain bagus-bagus, kecil. Jadi dari biasanya ya manjat ikhlas saja,
ucap Desak.
Tampil Konsisten Sejak Babak Awal
Walau sempat dihantui kecemasan karena catatan waktu lawan yang sangat ketat, langkah Desak terbukti mulus tanpa hambatan berarti dari fase awal.
Sikap nothing to lose dan pikiran positif yang ia bangun berhasil membawanya merajai setiap tahapan.
Di babak perempat final, ia melesat bak kilat dengan torehan waktu 6,39 detik dan jadi yang tercepat di heat-nya. Performanya makin garang saat masuk ke semifinal, di mana ia kembali mempertajam waktunya menjadi 6,36 detik.
Drama Final 0,002 Detik dan Tangis Bahagia
Puncak ketegangan terjadi di partai final. Menghadapi atlet tangguh asal China, Li Juan Deng, persaingan benar-benar bikin penonton menahan napas. Desak menyentuh garis finis di angka 6,062 detik, sementara Li Juan Deng membuntuti tepat di belakangnya dengan 6,064 detik.
Saking cepat dan ketatnya selisih angka tersebut, Desak mengaku sempat kebingungan saat pertama kali mendarat setelah memencet tombol finis. Ia belum sadar kalau dirinya baru saja mencetak rekor baru di ajang bergengsi se-Asia tersebut.
Baca juga:
Indonesia Bersiap Dominasi Podium Babak Final Panjat Tebing Asian Games
"Tadi pas akhirnya megang pertama, terus lihat yang nyala kan yang punya besar. Masih ngeblank, yang mana menang, yang mana ini. Soalnya manjatnya ya sudah, manjat ikhlas saja," kenang Desak sambil tersenyum lega.
Begitu sadar layar menunjukkan namanya sebagai peraih emas, pertahanannya runtuh. Desak langsung menangis bahagia di arena. "Nangis bingung, bersyukur banget," tutupnya.