Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DKI Minta Pemerintah Pusat Antisipasi Bencana Hidrometrologi

Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Oktober 2021

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI meminta pemerintah pusat untuk mengantisipasi bencana hidrometrologi sebagaimana diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Perkiraan BMKG, bencana hidrometrologi terjadi pada akhir tahun ini atau awal 2022.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku, sudah mengetahui apa yang diperkirakan BMKG terkait perubahan iklim ini. Bencana itu bisa berimbas pada peningkatan debit hujan dan debit air.

Baca Juga

BMKG Perkirakan 18 Wilayah di Tanah Air Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

"Pempus melaksanakan program-program yang sudah diputuskan dan mengimplementasikannya," ucap Riza di Jakarta, Jumat (22/10).

Pemprov DKI juga butuh dukungan dari warga Jakarta untuk tidak membuang sampah sembarangan, memberisikan lingkungan rumahnya, selokan dan sungai. "Supaya tidak memberikan kontribusi terhadap banjir," ucap Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini.

Menurut dia, peran masyarakat itu sangat penting untuk menanggulangi bencana banjir yang tiap tahun menghantui Jakarta. Maka dari itu harus ada campur tangan guna mengantisipasi bencana ini.

"Jusrtu membantu pencegahan dan penanganan penanggulangan banjir," paparnya.

Logo BMKG (ANTARA/HO)
Logo BMKG (ANTARA/HO)

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati Dwi Korita Karnawati mengatakan, bencana hidrometeorologi di Indonesia akan meningkat cukup signifikan akibat perubahan iklim.

Bencana hidrometeorologi disebabkan oleh kondisi cuaca dan perubahan iklim. Kondisi ini juga diperparah dengan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menunjukkan 99 persen bencana yang terjadi di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi.

Baca Juga

Cuaca Ekstrem, Warga di 20 Wilayah Indonesia Ini Diimbau Hindari Keluar Rumah

Maka dari itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai terjadinya perubahan iklim yang sewaktu-waktu bisa mengakibatkan bencana hidrometeorologi di Indonesia.

“Hujan ekstrem yang sangat lebat menyebabkan terjadinya banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Lalu, ada juga gelombang pasang dan abrasi,” kata Dwikorita. (Asp)

Baca Artikel Asli