Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Demi Anak, Fotografer Robbie Suharlim Motret Anting sampai Motor

Dwi Astarini - Jumat, 20 April 2018

KASIH ibu sepanjang jalan, perjuangan ayah hingga titik darah penghabisan. Ungkapan tersebut sepertinya tepat disematkan kepada Robbie Suharlim. Fotografer profesional tersebut rela melakukan apa pun demi keselamatan putra semata wayangnya, Roberto Raphael Suharlim.

Rafa amat mengagumi sang ayah. (foto: Instagram Robbie Suharlim)

Bagai disambar petir di siang bolong, Robbie harus menerima kenyataan ketika putranya didiagnosis mengidap penyakit autoimun Guillain-Barré Syndrome. Penyakit tersebut menyerang saraf hingga menyebabkan pengidap sulit menggerakkan tubuhnya. Guillain-Barré Syndrome sangat langka karena hanya terjadi 1 banding 14 ribu kasus.

Diagnosis itu berawal ketika putranya tersebut harus dilarikan ke rumah sakit, Kamis (5/4), karena tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Namun sayang, di Jumat (6/4), Robbie harus pergi ke Ternate dan pada Sabtu (7/4) ia meluncur ke Bandung untuk bekerja.

Pilihan sulit terbentang di hadapannya. Profesionalismenya sebagai seorang fotografer dan perannya sebagai ayah diuji. Dengan berat hati, ia harus meninggalkan putranya untuk bekerja. Pria bertato tersebut mengungkapkan bhawa putranya lah yang meyakinkannya untuk tetap pergi memenuhi panggilan tugas.

Dilema Robbie belum selesai. Penyakit yang dialami putranya membutuhkan banyak uang untuk perawatan. Hal tersebut mendorong Robbie rela dibayar berapa pun untuk pengambilan foto apa pun demi biaya pengobatan bocah yang kerap disapa Rafa tersebut.

Ketimbang meminta bantuan sana-sini ataupun berutang, Robbie lebih memilih memberdayakan keahliannya sebagai seorang fotografer.

"Gua lebih pilih kerja daripada harus ngutang apalagi dikasihani," tegasnya saat ditemui di acara penggalangan dana untuk putranya bertajuk Living in Faith Together, Rabu (18/4).

Demi mendapat uang jumlah besar, ia pun mengunggah tulisan yang berisi kesediaannya untuk menerima pekerjaan memotret dengan biaya sukarela.

"Saya rela melakukan pemotretan dengan biaya sukarela asalkan saya dibayar di muka. Putra saya sedang dalam perawatan serius dan butuh uang banyak dalam waktu singkat," ujarnya dalam unggahan Instagram tersebut.

Tak disangka, unggahannya jadi viral. Bahkan, tak sedikit warganet yang jatuh simpati kepadanya. Ratusan pesan memenuhi kolom direct message dan komennya.

Beberapa warganet malah ingin menyumbang sejumlah uang secara cuma-cuma. Namun, Robbie menolaknya.

"Gua harus berjuang demi Rafa dan gua enggak mau perjuangan gua itu dilatarbelakangi utang budi ke orang lain," tuturnya.

Meski sakit, Rafa selalu bersemangat. (Foto: Instagram Robbie Suharlim)

Ia mengaku akan menerima tawaran foto apa pun dengan suka hati. Tidak jarang ia harus meninggalkan putranya ke luar kota untuk memenuhi permintaan pekerjaan pemotretan.

Robbie dikenal sebagai fotografer panggung yang cukup mumpuni. Kiprahnya pun diakui sejumlah musisi yang pernah menggunakan jasanya. Sejumlah musisi pernah bekerja sama dengannya, seperti Andien, Andra and the Backbone, Sheila on Seven, NTRL, Disco Pantera, dan Vidi Aldiano

Kendati demikian, demi kesembuhan putranya ia tak malu untuk menerima orderan foto apa pun dari kliennya. Tak jarang permintaan mereka cukup unik. Mulai dari permintaan foto keluarga, foto kegiatan rapat, bahkan foto koleksi pribadi.

"Pernah ada yang minta difotoin anting-anting atau motornya. Ya sudah, gua terima saja," ucapnya sembari tertawa.

Dalam sehari, ia menerima hingga tiga orderan foto di tempat berbeda.

Ketika sedang down, ia akan melihat putranya. Ia begitu kagum dengan kekuatan yang dimiliki bocah kelas 6 SD Tarakanita Jakarta tersebut. Jika sudah demikian, ia akan lebih kuat dan tegar.

"Sumpah. Dia kuat banget. Walaupun sakit, dia justru yang sering menguatkan kita dengan bilang, 'I am okay, Dad'," ceritanya.

Senyum selalu merekah meski tengah dirawat. (foto: Instagram Robbie Suharlim)

Tak hanya itu, putranya juga menolak untuk melangsungkan ujian nasional di rumah sakit. Ia ingin mengikuti ujian nasional di sekolah. Padahal, gurunya rela meluangkan waktu untuk mengantarkan soal ujian nasional ke rumah sakit.

Ketegaran yang dimiliki Rafa membuat proses pemulihan yang ia jalani berjalan cepat.

"Wahai penyakit. Kau menemukan lawan yang sepadan. Anakku jauh lebih kuat daripadamu," tandas Robbie.(Avi)

Baca Artikel Asli