Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Dari Jakarta ke Kyoto, Rimba Menembus Batas Bahasa lewat Musik

Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM - RIMBA, band asal Jakarta yang memperkenalkan karakter musik pop belantara, berhasil menarik perhatian penonton Jepang melalui rangkaian tur internasional mereka. Perjalanan tersebut membawa Rimba dari panggung intim di Tokyo hingga tampil di hadapan sekitar 12.000 penonton dalam festival Kyoto Music Expo 2026. Dengan mengandalkan perpaduan melodi pop, aransemen musikal yang eksploratif, serta lirik berbahasa Indonesia yang kaya makna, Rimba membuktikan bahwa musik mampu menjangkau pendengar lintas bahasa dan budaya.

Perjalanan Rimba di Jepang dimulai pada 24 September 2026 dengan penampilan di Moon Romantic Aoyama, Tokyo, sebuah tempat pertunjukan berkapasitas sekitar 150 orang. Dua hari berselang, tepatnya pada 26 September, mereka melanjutkan penampilan di panggung utama Ringo Fest di Matsumoto yang dihadiri sekitar 300 penonton. Rangkaian perjalanan tersebut kemudian mencapai salah satu titik penting ketika Rimba tampil di panggung utama Kyoto Music Expo 2026, yang berlangsung di Umekoji Park, Kyoto, pada 10 Oktober.

Kesempatan tampil di Kyoto Music Expo 2026 menjadi pencapaian tersendiri bagi Rimba. Dalam festival tersebut, mereka berbagi panggung dengan sejumlah nama besar dalam industri musik Jepang. Perhelatan ini juga terasa istimewa karena menandai perayaan 20 tahun penyelenggaraan Kyoto Music Expo sekaligus memperingati tiga dekade perjalanan Quruli, band rock alternatif legendaris asal Kyoto.

Quruli dibentuk pada 1996 oleh vokalis sekaligus gitaris Shigeru Kishida dan bassist Masashi Sato bersama rekan-rekannya. Selama 30 tahun berkarier, band tersebut dikenal sebagai salah satu kelompok penting dalam perkembangan musik rock Jepang. Eksplorasi musik yang luas dan keberanian memadukan berbagai elemen dalam karya-karyanya menjadi bagian dari identitas Quruli. Sebagai penggagas Kyoto Music Expo, mereka juga turut tampil dalam kedua hari penyelenggaraan festival tahun ini.

Baca juga:

Album



Pada hari pertama, 10 Oktober 2026, Rimba tampil bersama Quruli, Homecomings, indigo la End, Macaroni Empitsu, Suchmos, dan Miyamoto Hiroji. Sementara itu, hari kedua yang berlangsung pada 11 Oktober menghadirkan Quruli bersama ASIAN KUNG-FU GENERATION, Tamio Okuda, Hitsujibungaku, dan milet.

Tiket untuk kedua hari penyelenggaraan Kyoto Music Expo 2026 dilaporkan terjual habis. Pada hari pertama saja, festival tersebut menarik sekitar 12.000 penonton. Di tengah besarnya jumlah pengunjung dan deretan musisi yang tampil, kesempatan Rimba untuk mengisi panggung utama menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan mereka memperkenalkan musik Indonesia kepada audiens internasional.

Salah satu hal yang paling berkesan dari penampilan Rimba di Kyoto yakni respons meriah penonton sepanjang pertunjukan. Sejak lagu pertama hingga terakhir, audiens terlihat mengayunkan tangan dan bertepuk tangan mengikuti irama. Lagu-lagu seperti Kampiun, Rimba Raya, dan Crave Me, Superstar berhasil menjaga energi penonton di hadapan panggung utama.

Antusiasme tersebut semakin terasa ketika Rimba menutup penampilan dengan membawakan Diego Superego. Saat lagu terakhir itu dimainkan, para penonton melompat bersama mengikuti irama musik. Momen tersebut menciptakan pemandangan yang meriah sekaligus memperlihatkan bagaimana musik pop berbahasa Indonesia dapat menghubungkan musisi dengan ribuan pendengar tanpa harus bergantung pada kesamaan bahasa.

Sambutan positif dari penonton Jepang menjadi pengalaman berharga bagi Rimba dalam perjalanan internasional mereka. Lebih daripada sekadar penampilan di sebuah festival besar, pengalaman tersebut turut memperlihatkan peluang bagi musik Indonesia untuk menjangkau pendengar yang lebih luas dan membangun hubungan musikal dengan negara lain.

Apresiasi terhadap karya Rimba juga terlihat di luar panggung. Album debut mereka, Technicolor Meeting, telah tersedia dalam format piringan hitam atau vinyl di sejumlah toko rekaman Jepang, termasuk Tower Records, HMV, serta beberapa toko independen. Kehadiran album tersebut di berbagai gerai rekaman menjadi salah satu cara bagi Rimba untuk menjangkau pendengar yang ingin menikmati karya mereka dalam format fisik.

Album Technicolor Meeting pertama kali dirilis secara independen dalam format digital pada 14 November 2025. Perjalanan album ini kemudian berlanjut ketika Big Romantic Records merilisnya dalam format vinyl pada 6 Maret 2026. Melalui dukungan label tersebut, album debut Rimba didistribusikan secara global sehingga dapat menjangkau pendengar dan hadir di toko-toko rekaman di berbagai negara.

Rangkaian penampilan di Jepang dan distribusi album dalam format fisik memperlihatkan langkah Rimba dalam memperluas jangkauan musik mereka ke luar Indonesia. Dari panggung berkapasitas kecil di Tokyo hingga festival besar di Kyoto, perjalanan ini menjadi bukti bahwa identitas musikal yang berakar pada bahasa dan pengalaman lokal tetap memiliki ruang untuk diterima oleh pendengar dari latar belakang budaya yang berbeda.(Far)

Baca juga:

Hammersonic 2027 Kasih Clue Band Bertopeng, Nama Sleep Token hingga Slipknot Jadi Spekulasi

Baca Artikel Asli