MerahPutih.com - PT KAI mengusulkan impor KRL bekas dari Jepang, yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin kepada Komisi VI DPR RI dan disetujui. PT KAI membutuhkan tambahan sebanyak 23 trainset untuk operasional KRL Jabodetabek.
Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu pertama terdapat 7 trainset dengan formasi 12 kereta atau SF12 dan 16 trainset dengan formasi delapan kereta atau SF8, yang mana kebutuhan tambahan armada muncul seiring lonjakan pengguna KRL Jabodetabek.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengungkapkan akan bertemu dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Jumat (2/10) ini, untuk membahas rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang berencana mengimpor impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang.
Ditanya apakah Danantara mendukung rencana PT KAI mengimpor KRL bekas dari Jepang itu, Dony hanya mengatakan bahwa rencana tersebut perlu dilakukan pembahasan terlebih dahulu dengan mempertimbangkan dari segi biaya dan manfaatnya.
Baca juga:
Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut KRL Bekasi, Polisi Ungkap Soal Pengereman
Nanti kan penjelasan bagaimana kan kita mesti melihat cost and benefit-nya, ya. Mana keuntungannya berapa, apa yang kita dapatkan dari situ, karena kan percepatan daripada transportasi publik kita juga, kan? Tapi nanti akan kita diskusikan dengan Pak Menhub,
kata Dony.
Dony menyebut tidak menutup kemungkinan akan mempertimbangkan juga hasil produksi dari dalam negeri yang dibuat oleh PT Industri Kereta Api (INKA).
Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksinya INKA. Sisanya, itu yang akan kita lakukan alternatif,
ujar Dony.
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara, yang mana perlu adanya perhitungan maupun pembahasan terlebih dahulu.
Ya kita mesti bahas dengan itu,
ujar Dony.