Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Cuma Mencium Aroma Makanan, Lemak dalam Tubuh Bisa Bertambah

Dwi Astarini - Senin, 29 April 2019

MENJAGA berat badan seimbang dan ideal bagi sebagian orang bisa jadi amat sulit. Saking sulitnya, rasa-rasanya, baru mencium wangi masakan saja sudah langsung tambah berat bada sekilo.

Ya, aroma makanan yang mengoda sering kali tak bisa dihindari. Terlebih jika aromanya amat harum, nafsu makan pun langsung timbul. Mungkin kamu menganggap mencium wangi makanan enggak akan memengaruhi timbagan.

Namun, ternyata menghirup aroma makanan saja bisa bikin gemuk lo, meskipun kamu belum menyentuh makanannya secuil pun. Bagaimana bisa?

Sebuah temuan yang ditulis di jurnal ilmiah berjudul Cell Metabolism menyebut aroma makanan bisa membuat berat badan naik. Hal itu terjadi karena aroma bisa menentukan apakah tubuh akan membakar atau menyimpan lemak.

Penelitian itu dilakukan menggunakan tikus dengan memanfaatkan indera penciuman mereka yang tajam dan tikus yang indera penciumannya sengaja dimatikan. Kedua tikus itu sama-sama diberi satu porsi hamburger. Hasilnya, tikus yang tidak bisa mengendus berat badannya naik hanya 10% dari berat badan asli mereka. Sementara itu, tikus dengan indera penciuman yang tajam mengalami kenaikan berat badan hingga 2 kali lipat.

food
Aroma makanan memicu nafsu makan. (foto: pixabay/geraldooboci)

Kesimpulannya, ketika kamu bisa mengendus bau makanan, aroma tersebut akan memicu nafsu makan. Pasalnya, kamu akan lebih menikmati makanan saat didukung aroma yang harum. Dengan begitu, lemak di dalam tubuh akan tertumpuk dan proses pembakaran lemak akan melambat. Hasilnya, tubuh akan melebar karena jumlah lemak yang tersimpan di dalam tubuh.

Sebagai bukti, orang yang kehilangan indera penciuman karena faktor usia yang sudah senja, kecelakaan, atau penyakit seperti Parkinson akan menjadi kurus. Selain tidak lagi bisa mengendus aroma makanan dengan baik, mereka juga kehilangan indera perasa mereka. Hal itu membuat mereka tidak lagi bisa menikmati makanan yang dimakan sehingga membuat mereka depresi dan kehilangan nafsu makan.

Namun, bukan berarti kamu harus selalu menutup hidung biar sukses diet ya. Penelitian pada tikus itu juga menemukan bahwa tikus tanpa penciuman mengalami peningkatkan hormon noradrenalin. Jika hormon itu terlalu tinggi, risiko terkena serangan jantung justru jadi lebih tinggi.

Kuncinya, kontrol diri. Jangan mudah tergoda aroma maskaan yang wangi. Jika kamu merasa sudah makan dengan cukup sebelumnya, tidak ada salahnya mengabaikan aroma yang tercium.(*)

Baca Artikel Asli