MerahPutih.com - Cristiano Ronaldo terancam absen hingga enam bulan dari Timnas Portugal setelah Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) menjatuhkan sanksi sementara akibat keputusannya meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin. Hukuman tersebut bisa menjadi pukulan besar bagi Portugal, mengingat peran penting sang megabintang sebagai kapten tim.
Menurut laporan Mirror Football, Sabtu, sanksi sementara itu mengacu pada aturan internal FPF yang mengatur pemain yang meninggalkan pemusatan latihan tanpa persetujuan. Ronaldo disebut siap menerima konsekuensi dan telah meminta maaf kepada suporter serta rekan setimnya.
Komite disiplin FPF kini akan memeriksa kronologi kejadian sebelum menentukan hukuman akhir. Berdasarkan regulasi federasi, Ronaldo berpotensi dijatuhi larangan membela Portugal selama satu hingga enam bulan. Statusnya sebagai kapten juga disebut dapat menjadi faktor yang memperberat sanksi.
Baca juga:
Akhir Karier Messi dan Ronaldo: Manis La Pulga vs Drama Ego CR7 di Timnas Portugal
Perselisihan dengan Jorge Jesus Jadi Sorotan
Penyerang berusia 41 tahun itu dikabarkan meninggalkan pemusatan latihan setelah terlibat perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus. Situasi Ronaldo di tim nasional semakin menjadi perhatian setelah ia tidak dimainkan dalam pertandingan Portugal melawan Norwegia.
Meski demikian, peluang Ronaldo kembali memperkuat Portugal belum sepenuhnya tertutup. Jorge Jesus sebelumnya menyatakan pintu tim nasional tetap terbuka selama Ronaldo masih aktif bermain dan ingin kembali membela negaranya.
Ronaldo Siap Terima Hukuman FPF
Kini, nasib Ronaldo berada di tangan komite disiplin FPF. Sang kapten disebut siap menerima keputusan federasi, termasuk jika harus menjalani larangan bermain selama beberapa bulan.
Baca juga:
Bertengkar dengan Jorge Jesus, Cristiano Ronaldo Tegaskan Tetap Ingin Bela Timnas Portugal
Jika hukuman maksimal enam bulan dijatuhkan, Portugal berpotensi kehilangan salah satu pemain paling berpengaruh dalam skuadnya. Namun, durasi sanksi dan peluang Ronaldo kembali memperkuat tim nasional masih menunggu keputusan resmi komite disiplin.