Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Cerita Azman Al Idrus Bintangi 'Peluru Senja', Dadakan tanpa Workshop

Dwi Astarini - 2 jam, 54 menit lalu

MERAHPUTIH.COM - AKTOR Malaysia Azman Al Idrus mengatakan film Peluru Senja merupakan proyek paling dadakan yang pernah dia bintangi. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers film Peluru Senja di CGV Pacific Place, Jakarta, Jumat (23/10).


Keterlibatannya dalam film berlatar sejarah ini terbilang sangat singkat. Azman bergabung saat tim produksi masih membutuhkan pemeran utama. Karena bergabung secara mendadak, ia harus membangun karakternya secara langsung di lokasi syuting tanpa persiapan matang.

"Kalau yang ini, pertama kali saya membawa peran sebagai anggota militer kayak polisi hutan gitu di Malaysia. Jadi sebenarnya film ini merupakan proyej dadakan. Sangat dadakan bahkan karena mereka belum ada kebutuhan pemain utama. Jadi saya casting terus udah dapat lolos," ujar Azman.


Proses produksi yang serbacepat menuntut Azman langsung mengambil peran tanpa melalui tahapan reading atau workshop seperti jajaran pemeran lainnya.

"Saya harus create my character on the set. Itu hal yang semua pemain enggak mau kalau create character on set. Seharusnya kami harus punya at least ada workshop, 10 hari atau 20 hari. Sekitar itu. Aku harus method banget, buat balancing dan maintain perannya. Harus lock gitu. Harus cari tahu dengan cepat," katanya.


Walaupun begitu, Azman mengaku sangat senang dengan situasinya. Ia melihat hal itu sebagai tantangan yang harus dihadapi sebagai aktor. "Saya memang tahu kebolehan saya itu saya cepat belajar. Dan alhamdulillah, saya lihat dari peran saya itu berhasil," ungkapnya.

Di awal proses pengambilan gambar, Azman mengaku sempat merasa cemas saat harus menyesuaikan arahan dari sutradara dan tim produksi asal Inggris. Setelah berbagai diskusi dan improvisasi masukan darinya, hasil pengambilan ambar berjalan sesuai harapan.

"Terus pas sudah mereka oke. Kita lanjut ke scene-scene lainnya," katanya.

Azman mengaku membawakan peran tokoh yang punya trauma bukan hal mudah apalagi karakter yang di bawakan ialah seorang penyintas perang. Ia mengatakan banyak mengontrol untuk sesuai dengan gambaran pengembangan karakter yang dia bawakan.

"Memang buat saya sangat susah membawa peran ini karena harus ada beberapa elemen dari perannya itu. Kayak dia harus berlawan dengan masa lalunya waktu sama tentara Jepang. Jadi harus dikontrol perasaannya itu kan. Jadi itu bermain dengan psikologi," lanjut Azman.


Sinopsis Peluru Senja

Film Peluru Senja merupakan film panjang yang dihasilkan rumah produksi Viking Sunset Studio. Film ini proyek internasional yang melibatkan tim produksi lintas negara ada Bangladesh, Indonesia, Malaysia dan Inggris.


Disutradarai Anshul Tiwari dan Abhi Kumar sebagai penulis skenarionya. Ceritanya terinspirasi dari kisah nyata yang berlatar di Malaya pada 1948.


Peluru Senja mengambil latar setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua dan keruntuhan Kekaisaran Britania di Asia. Cerita berfokus pada dua mantan prajurit pasukan khusus, Ishraq Wan dan Abraham Bennett, yang dikenal sebagai 'The Ghost and The Gun'. Keduanya terjebak dalam lingkaran setan trauma yang tak kunjung mereda.


Ishraq berusaha menemukan kedamaian yang rapuh bersama Siti, seorang perempuan dengan masa lalu kelam, sedangkan Abraham semakin terjerumus ke dalam kecanduan alkohol. Kehidupan mereka kembali dilanda kekacauan saat Chin Liu, mantan rekan seperjuangan yang berubah menjadi pengkhianat, muncul kembali untuk memimpin pemberontakan di tengah penarikan pasukan Inggris.

Film ini mengupas penderitaan Perang Dunia Kedua di Asia Tenggara serta dampak psikologis perang dan kolonialisme terhadap masyarakat kelas bawah.(Tka)

Baca juga:

Film 'Peluru Senja' Syuting 26 Hari di Hutan demi Cerita Perang Malaya 1948





Baca Artikel Asli