MerahPutih.com - Pemerintah memutuskan mengurangi penonton gelaran event internasional MotoGP Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar bulan depan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan kasus Omicron.
Arahan dari Presiden Jokowi, dalam penyelenggaraan MotoGP Seri-2 tahun 2022 pada 18-20 Maret, akan diturunkan kuota jumlah penontonnya. Sebelumnya, jumlah penonton ditargetkan 100 ribu orang, kini menjadi 60 ribu orang atau dikurangi 40 ribu orang, disebabkan perkembangan situasi pandemi akhir-akhir ini.
Baca Juga:
Kompolnas Cek Kesiapan Polda NTB Antisipasi Calo Tiket MotoGP Mandalika
"Pemerintah terus melakukan langkah-langkah antisipasi dalam event MotoGP ini," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakara, Senin (28/2).
Pemerintah , kata ia, akan mempercepat vaksinasi dosis-2 di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Hal ini guna mencapai target sesuai Instruksi Mendagri Nomor 8 Tahun 2022 yakni tercapai 80 persen dari total target vaksinasi, baik Dosis-1 maupun Dosis-2.
Peningkatan vaksinasi di NTB dibanding minggu lalu pada dosis-1, 2, dan 3 masih berkisar antara 0,5 persen sampai 2 persen.
Secara Nasional, vaksinasi dosis-1 telah mencapai 91,55 persen (190,6 juta Dosis), vaksinasi dosis-2 telah mencapai 69,03 persen (143,7 juta dosis), dan vaksinasi booster atau dosis-3 telah mencapai 4,7 persen (9,8 juta dosis).
Untuk vaksinasi dosis-1, masih ada 3 provinsi di luar Jawa-Bali dengan capaian di bawah 70 persen yaitu Provinsi Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sedangkan untuk vaksinasi dosis-2, masih terdapat 7 provinsi dengan capaian di bawah 50 persen yakni Provinsi Sulawesi Tengah, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
Jelang MotoGP Mandalika, 7.978 Kamar Hotel Masih Tersedia
Sementara untuk vaksinasi booster, capaian seluruh provinsi luar Jawa-Bali masih di bawah 10 persen, sehingga vaksinasi dosis-3 ini harus terus dilakukan akselerasi di seluruh provinsi.
Sedangkan untuk vaksinasi lansia, masih terdapat 6 provinsi yang capaian dosis-1-nya di bawah 60 persen, dan ada 25 provinsi yang capaian dosis-2-nya juga di bawah 60 persen.
Cakupan vaksinasi dosis-2 dan lansia akan dipercepat dengan menetapkan kedua indikator tersebut sebagai Indikator Penetapan Level PPKM di luar Jawa-Bali.
"Akselerasi vaksinasi ini tetap akan dibantu oleh personel dari TNI/Polri, karena itu akan disiapkan biaya operasional vaksinasi untuk TNI/Polri mengikuti Semester 2 tahun lalu," kata Menko Airlangga. (Asp)
Baca Juga:
Jelang MotoGP Mandalika, 7.978 Kamar Hotel Masih Tersedia