Bojan Hodam Minta Laga Kontra Borbeo FC Dijadwal Ulang, Biar GBLA Jadi 'Neraka' Buat Ratchaburi

Kamis, 01 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, secara terbuka meminta operator I League untuk segera melakukan penyesuaian jadwal pertandingan di kompetisi Super League 2025/2026.

Fokus utama Hodak tertuju pada laga pekan ke-21 melawan Borneo FC Samarinda yang dinilai terlalu berdekatan dengan agenda krusial tim di level internasional.

Sesuai draf jadwal, Persib harus bertandang ke markas Borneo FC pada 16 Februari 2026. Masalah muncul karena hanya berselang dua hari kemudian, tim berjuluk Maung Bandung ini sudah dijadwalkan menjamu wakil Thailand, Ratchaburi FC, pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2025/2026 di Stadion GBLA.

Baca juga:

Klasemen Super League 2025/2026 Setelah Malut United Kalahkan Borneo FC 3-2: Persib Tetap di Puncak, Persija Turun

Meski dihimpit jadwal yang mencekik, Bojan Hodak mengaku cukup percaya diri menatap laga kontra Ratchaburi. Keyakinan ini didasari pada hasil pertemuan kedua tim saat masa pramusim di Thailand yang berakhir imbang 2-2.

Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, Ratchaburi adalah tim yang kekuatannya masih berada dalam jangkauan skuad asuhannya.

“Lihat, kami bermain melawan Ratchaburi di pramusim, kami bermain imbang 2-2 di sana. Ini memang laga uji coba, tapi saya lihat ini adalah tim yang bisa kami hadapi, tim yang bisa kami tantang,” ujar Bojan di Lapangan Pendamping Stadion GBLA, Rabu (31/12).

Harapan pada PSSI dan Operator Liga

Hodak menegaskan bahwa keberhasilan Persib di kancah Asia juga merupakan representasi kesuksesan sepak bola Indonesia.

Baca juga:

Klasemen Super League 2025/2026 Setelah Pekan 15: Persib Ambil Alih Posisi Kedua dari Persija

Oleh karena itu, ia berharap ada fleksibilitas dari PSSI dan PT LIB selaku operator untuk memindahkan jadwal melawan Borneo FC agar waktu pemulihan (recovery) pemain lebih ideal.

Ia khawatir, jika dipaksakan bertanding tiga kali dalam dua pekan dengan jarak perjalanan jauh, performa tim akan merosot tajam.

“Jadi pada akhirnya ini tergantung pada PSSI dan Liga, jika ingin wakil dari Indonesia melaju di kompetisi itu maka mereka harus membantu kami,” tegasnya.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan