Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BNPB masih Berjibaku Padamkan 570 Hektare Karhutla, Kalimantan Tengah Terparah

Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM - BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Sebanyak 570,08 hektare lahan masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan total target penanganan karhutla di enam provinsi tersebut mencapai 1.024,33 hektare. Dari jumlah itu, tim gabungan baru memadamkan 454,25 hektare. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan sisa area penanganan terbesar. Dari target 452,49 hektare, baru 63,10 hektare yang berhasil dipadamkan. Dengan demikian, masih terdapat 389,39 hektare yang belum tuntas ditangani.


Situasi yang juga masih menjadi perhatian di Jambi. Dari target penanganan 96,50 hektare, lahan seluas 32 hektare telah padam, sementara 64,50 hektare lainnya masih dalam proses penanganan.

Di Sumatra Selatan, dari target 401,67 hektare, sebanyak 293,17 hektare telah dipadamkan. Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat 50,95 hektare lahan telah padam dari target 58,45 hektare. Penanganan di Kalimantan Barat hampir seluruhnya tuntas. Dari target 11,92 hektare, sebanyak 11,73 hektare telah padam dan tersisa 0,19 hektare. Adapun di Riau, seluruh target penanganan seluas 3,30 hektare telah dipadamkan.

Baca juga:

Dari Maluku hingga Jawa Tengah, Karhutla di Luar Wilayah Prioritas belum Tuntas


“Penanganan karhutla diperkirakan berangsur lebih ringan seiring masuknya musim hujan di sejumlah wilayah,” jelas Berton dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10).


Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan mulai berlangsung bertahap di Riau sejak September, disusul Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat pada Oktober hingga November. Sementara itu, Kalimantan Selatan diperkirakan memasuki musim hujan pada November hingga Desember.

BNPB tetap mengerahkan penanganan melalui jalur udara dan darat. Sebanyak 49 armada udara nasional disiapkan, terdiri atas 32 unit untuk operasi water bombing dan 17 unit pesawat patroli maupun operasi modifikasi cuaca.


Penanganan di enam provinsi prioritas juga didukung lebih dari 60 ribu personel gabungan.
Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta menghindari kegiatan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.(knu)

Baca juga:

BNPB Uji Coba Dry Ice untuk Modifikasi Cuaca, Upaya Kurangi Dampak Asap Karhutla





Baca Artikel Asli