Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla

Frengky Aruan - 2 jam, 35 menit lalu

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026.

Kondisi ini terutama berpotensi terjadi di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan.

Rendahnya potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas, keterbatasan air, serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengimbau masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan tabir surya ketika beraktivitas di bawah sinar matahari.

Baca juga:

BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi

Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap juga dianjurkan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan,

kata Faisal di Jakarta, Senin (19/10).

Di tengah potensi kondisi kering tersebut, peluang pertumbuhan awan hujan lebih dari 70 persen masih terdapat di sejumlah wilayah, terutama Sumatera bagian utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Kondisi ini mendukung potensi hujan ringan hingga sedang.

Waspada Hujan Lebat

BMKG juga mewaspadai potensi hujan lebat di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Papua Pegunungan.

Secara umum, pola angin di lapisan atmosfer 925–500 hPa didominasi angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5–34 knot.

Pola angin tersebut memengaruhi pergerakan asap karhutla sekaligus berperan dalam proses pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG mengajak pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 19 Oktober: Hujan Petir Perlu Diwaspadai, Gelombang Tinggi Capai 4 Meter

Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah menghemat penggunaan air dan mengelola sumber daya air secara bijak.

Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, khususnya di lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan.

Apabila menemukan indikasi titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Kewaspadaan tersebut diperlukan agar dampak kondisi kering dapat diminimalkan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. (Knu)

Baca Artikel Asli