MerahPutih.com - Rapper Billy Rock mengajak pendengarnya menelusuri pengalaman personal dari masa remajanya melalui Extended Play (EP) terbaru bertajuk State of Mind.
Dirilis pada 10 Oktober 2026, karya ini menandai perkembangan musikal Billy yang mencoba keluar dari pola bermusik sebelumnya dan mengeksplorasi berbagai pendekatan baru dalam rap.
Berbeda dari karya terdahulunya, Diss or Dead, yang dipenuhi energi agresif dan luapan amarah, State of Mind menghadirkan cerita yang lebih reflektif. Dalam EP ini, Billy mengangkat pengalaman hidup di sebuah kota kecil yang menjadi bagian penting dari proses pencarian jati dirinya.
Baca juga:
Charlie Lim Bawa Album 'DAYDREAM' ke Jakarta, Gelar Listening Party Eksklusif 29 Oktober 2026
Judul State of Mind dipilih untuk menggambarkan kondisi mental manusia yang dinamis dan dapat berubah seiring pengalaman serta berbagai peristiwa yang membentuk kehidupan.
Saat gue berada di kota tersebut, gue merasa seperti orang yang berbeda. Gue merasa punya kebebasan untuk jadi apa saja dan siapa saja. Lewat EP ini, gue mau ngebuktiin kalau Billy Rock bisa nge-rap dengan berbagai macam gaya,
Billy Rock
Tiga Lagu, Tiga Sisi Perjalanan Billy Rock
Eksplorasi musikal dalam State of Mind dituangkan melalui tiga lagu dengan karakter, gaya penulisan, dan pendekatan emosional yang berbeda. Setiap trek merepresentasikan sisi tersendiri dari perjalanan Billy dalam memahami dirinya dan lingkungan di sekitarnya.
1. Cold Mist — Kisah Perpisahan dengan Beatswitch Tak Terduga
Sebagai lagu unggulan atau focus track, Cold Mist menghadirkan kisah perpisahan dengan pendekatan emosional yang berlapis. Terinspirasi oleh gaya rap Rich Brian, Billy menyusun perjalanan emosi dalam tiga tahapan yang ditampilkan melalui perubahan dinamika vokal dan pergantian ketukan atau beatswitch yang tidak terduga.
Perubahan tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus memperkuat perkembangan suasana sepanjang lagu.
2. Devouring the Void — Sisi Gelap Ambisi dan Pencapaian
Melalui Devouring the Void, Billy menggambarkan sisi gelap ambisi dan keinginan untuk terus mencapai sesuatu. Kesibukan yang awalnya menjadi tempat pelarian justru perlahan berubah menjadi sesuatu yang menguras diri.
Alih-alih memberikan kepuasan, dorongan untuk terus bergerak dan mengejar pencapaian malah membuat seseorang semakin jauh dari ketenangan yang dicari.
Baca juga:
Rol3ert Rilis Single 'With you' Bareng Johnson, Siap Gelar Showcase Perdana di Jakarta
3. WSWAN — Menelusuri Kehilangan Arah dan Pencarian Jati Diri
Judul WSWAN menyimpan teka-teki berupa anagram yang merujuk pada sebuah lokasi dengan nilai historis dalam kehidupan Billy.
Melalui trek ini, Billy merekam fase ketika dirinya kehilangan arah karena terbawa arus pergaulan di lingkungan baru. Namun, cerita tersebut tidak berhenti pada kebingungan. Lagu ini juga menggambarkan proses menemukan kembali pijakan dan arah setelah melewati masa-masa penuh ketidakpastian.
'State of Mind', Babak Baru Eksplorasi Musikal Billy Rock
Melalui State of Mind, Billy Rock memperlihatkan sisi musikal dan personal yang lebih beragam. Ketiga lagu di dalamnya merangkum pengalaman tentang perpisahan, ambisi, hingga pencarian arah hidup.
EP ini sekaligus menjadi ruang bagi Billy untuk menunjukkan kemampuannya menjelajahi berbagai gaya rap di luar pendekatan yang sebelumnya ia kenal. (Far)