MerahPutih.com - Laporan terbaru dari perusahaan Counterpoint Research mengungkapkan, bahwa biaya produksi iPhone 18 Pro Max mungkin lebih tinggi dibandingkan model tahun lalu.
Perusahaan tersebut menyatakan, bahwa biaya komponen perangkat keras untuk versi 1TB bisa meningkat hampir 300 dolar AS (Rp 5,4 juta) dibanding iPhone 17 Pro Max dengan kapasitas penyimpanan yang sama.
Alasan utama di balik tingginya biaya tersebut adalah memori. Counterpoint menyebutkan, kenaikan harga penyimpanan NAND flash dan DRAM menjadi faktor terbesar yang mendongkrak total biaya komponen.
Baca juga:
iPhone 18 Pro Max Kabarnya Pakai Baterai Lebih Besar, Saingi Samsung Galaxy S27 Ultra
Model dengan kapasitas lebih besar, seperti versi 1TB, disebut lebih terdampak. Sebab, sejak awal memang menggunakan lebih banyak memori.
Artinya, setiap kenaikan harga memori berdampak lebih signifikan pada versi-versi ini dibandingkan dengan varian berkapasitas penyimpanan lebih kecil.
Chip Baru Bikin iPhone 18 Pro Max Mahal
Meskipun proses baru ini menawarkan peningkatan performa dan efisiensi daya, biaya produksinya juga lebih tinggi, sehingga menambah total biaya perangkat keras.
Namun, tidak semua komponen mengalami kenaikan harga. Counterpoint memperkirakan biaya layar dan beberapa komponen lainnya akan lebih rendah dibandingkan iPhone 17 Pro Max, yang dapat membantu mengimbangi sebagian kenaikan biaya akibat komponen memori dan prosesor.
Baca juga:
Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik Rp 3,5 Juta, Sudah Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam?
Apple Bakal Naikkan Harga iPhone sesuai Memorinya
Langkah ini dapat membantu menjaga margin keuntungan pada ponsel berkapasitas lebih besar, yang lebih rentan terhadap fluktuasi harga NAND.
Counterpoint juga memprediksi, meskipun Apple menaikkan harga jual rata-rata iPhone 18 Pro Max sebesar 200 dolar AS (Rp 3,6 juta), margin keuntungannya mungkin tetap sedikit lebih rendah dibandingkan iPhone 17 Pro Max. (sof)