MerahPutih.com - Militer Amerika Serikat mengerahkan dua baterai rudal Patriot untuk melindungi fasilitas energi di Arab Saudi dan Qatar di tengah persiapan menghadapi kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran.
Dilaporkan situs berita Axios, Kamis (1/10), yang mengutip dua pejabat AS dan seorang sumber regional, satu baterai dikirim ke Arab Saudi pada bulan lalu untuk melindungi fasilitas minyak utama; sementara satu baterai lainnya dikerahkan ke Qatar untuk melindungi fasilitas gas alam.
Pengerahan tersebut untuk meyakinkan kedua negara bahwa AS akan melindungi infrastruktur energi penting mereka jika Presiden AS Donald Trump kembali melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran.
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Baca juga:
Arab Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik Houthi yang Mengarah ke Riyadh
Sekarang saya harus mengambil keputusan, apakah Iran menandatangani perjanjian itu atau perjanjian itu tidak akan ada lagi,
kata Trump.
Para pemimpin Arab Saudi dan Qatar pada awal Agustus lalu telah mendesak Trump untuk tidak melancarkan serangan besar-besaran, termasuk terhadap infrastruktur energi Iran. Hal itu dikhawatirkan akan terjadi pembalasan oleh Iran terhadap fasilitas minyak dan gas mereka.
Para pejabat AS itu mengatakan desakan tersebut menjadi faktor kunci dalam keputusan untuk memilih menerapkan tekanan ekonomi sebagai gantinya.
AS perlu izin dari Arab Saudi untuk menggunakan wilayah udara kerajaan tersebut guna melancarkan kembali operasi tempur besar-besaran. Namun, Arab Saudi kemungkinan besar tidak akan setuju tanpa ada jaminan bahwa fasilitas minyaknya terlindungi.
Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menolak memberikan komentar akan hal itu.
Tak hanya itu, AS pun mengirimkan kapal perang, jet tempur, dan pasukan tambahan ke Timur Tengah, menurut laporan Axios. (*)