Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Belum Tayang di Indonesia, Film Sekala Niskala Begitu Spesial

Dwi Astarini - Rabu, 07 Maret 2018

NAMA Indonesia di kancah internasional kembali berkibar. Prestasi terbaru diukir dunia perfilman Indonesia. Film Indonesia berjaya di panggung internasional lewat film Sekala Niskala (The Seen and Unseen).

Film garapan Kamila Andini itu baru saja meraih penghargaan bergengsi dari Festival Film di Jerman, Berlinale. Sekala Niskala mendapatkan grand prize kategori Generation Kplus International Jury. Salah satu karya anak bangsa ini dinobatkan sebagai film terbaik di Festival Berlinale. Ini pertama kali Indonesia meraih penghargaan bergengsi di Berlinale.

Meski berkibar di internasional, film tersebut baru dijadwalkan tayang pada 8 Maret di Indonesia. Sebelum lihat filmnya, yuk simak keistimewaan film Sekala Niskala.

1. Dapat Penghargaan Berlinale

Festival Berlinale diadakan

Pemain dan sutradara film Sekala Niskala tampil di Festival Berlinale. (foto: Instagram The Seen and Unseen)

kali pada 1951. Festival film itu merupakan festival yang cukup prestisius dan paling berpengaruh di dunia. Selama tiga tahun, film Indonesia absen dari festival Berlinale. Ketika kembali pada 2018, film Sekala Niskala menggebrak dunia perfilman internasional.


2. Sekala Niskala Menang di Sejumlah Penghargaan Film Internasional

Sejumlah penghargaan dimenangi film Sekala Niskala. (foto: Instagram The Seen and Unseen)

Penghargaan dari Festival Berlinale bukanlah satu-satunya yang diraih film ini. Sebelumnya, Sekala Niskala telah menerima penghargaan dari ajang film internasional lainnya yang tak kalah bergengsi. Film ini pernah menang di ajang Toronto International Film Festival, Asia Pasific Screen Award, Tokyo FILMeX 2017, dan Jogja-Netpac Asian Film Festival.

3. Mengalahkan Peserta dari Berbagai Negara

Sebelum memenangi grand prize di Festival Berlinale, film Sekala Niskala harus bersaing dengan berbagai film terbaik dari 13 negara. Negara tersebut di antaranya Perancis, Nepal, dan Italia.


4. Bali Menjadi Daya Tarik Utama Film

Dunia tak meragukan pesona Bali. Keindahan dan sisi magis dari Pulau Dewata selalu menarik untuk diulik. Film Sekala Niskala tampaknya paham akan hal tersebut. Film ini mengambil latar tempat Bali. Tak hanya lokasi, film ini digarap dalam bahasa Bali dan hampir seluruh pemerannya merupakan orang Bali.


5. Autentisitas Film Jadi Kunci Kemenangan

Pemeran Tantri dan Tantra yang merupakan orang Bali. (foto: Instagram The Seen and Unseen)

Dalam membuat suatu karya, nilai orisinalitas tak bisa dihilangkan begitu saja. Hal itu juga tampak dalam film Sekala Niskala. Film ini mengangkat autentisitas kebudayaan Bali serta dinamika masyarakat di sana. Sebelum menggarap film, Kamila Andini melakulan riset mendalam sehingga simbol dan kepercayaan Bali disajikan dengan sangat tepat. Film ini juga menampilkan banyak unsur gerak dan tari yang terlihat dramatis dan magis.


6. Unsur Mistis yang Eksotis

Unsur mistis membuat film ini unik. (foto: Instagram The Seen and Unseen)

Kekuatan sinematik, puitik, dan mistis yang dikemas apik membuat dunia internasional terkesan dengan film ini. Di era modern seperti saat ini, unsur-unsur mistis dianggap sebagai bumbu yang menyempurnakan cerita. Seperti contoh, penggambaran mitos tentang anak kembar yang berlaku di Indonesia menjadi pengetahuan baru bagi dunia.

Sekala Niskala mengisahkan tentang saudara kembar buncing (kembar laki-laki dan perempuan) bernama Tantra dan Tantri. Ketika Tantra mengidap penyakit serius yang membuatnya kehilangan satu per satu indranya dan terbaring di rumah sakit, Tantri harus menerima kenyataan bahwa ia harus menjalani hidup sendiri. Film ini menunjukkan ikatan antarsaudara kembar saat harus terpisah. Unsur mistis juga tampak dari judul film tersebut, Sekala Niskala, yang artinya dunia nyata dan dunia gaib.

Wah, menarik kan? Pastikan Anda menyaksikan filmnya dan menjadi bagian dari saksi betapa dunia perfilman Indonesia memiliki tempat istimewa di kancah internasional.(Avi)

Baca Artikel Asli