Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Belum Sempat "Ngapa-Ngapain" di Kamar Kos, Pasangan Kekasih Digerebek

Fredy Wansyah - Kamis, 23 April 2015

MerahPutih Megapolitan - Sepasang kekasih tampak limbung dan bingung saat tempat tinggal mereka di sebuah kos-kosan kawasan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, digerebek aparat, jelang tengah malam, Rabu (22/4).

Camat Jagakarsa bersama petugas satuan polisi Pamongpraja (Satpol PP), serta beberapa personel TNI dan Polri mendadak mendatangi kos-kosan yang tepatnya terletak di RT 10 RW 06, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa. Mereka mencurigai kos-kosan tersebut dijadikan area lokalisasi terselubung.

"Mana identitas kalian. Apa ada KTP, SIM, surat nikah atau identitas lain," tanya Camat Jagakarsa Fidiyah Rokhim saat sidak kepada penghuni kos-kosan.

"Tidak ada, Pak. Saya tidak punya identitas," kata salah seorang penghuni kos bernisial AAP, dengan gugup menjawab pertanyaan petugas.

Perempuan berparas manis tersebut mengaku, lelaki yang ada di dalam kamar kos saat penggerebekan ialah kekasihnya. Saat penggerebekan, AAP hanya menggunakan daster berlengan terbuka tanpa bra, menunjukkan lekuk tubuh. Sementara sang kekasih mengenakan kaos dan celana pendek.

Kepada petugas, perempuan itu mengaku tinggal satu kamar dengan kekasihnya. Namun ia tidak menjelaskan berapa lama mereka hidup sekamar.

Penghuni kos-kosan diketahui muda-mudi berusia antara 20 hingga 25 tahun. Mereka berasal dari Karawang, Garut, Tasikmalaya dan Bogor. Kosan dua lantai itu terdiri dari 10 kamar.

Camat Jagakarsa Fidiyah Rokhim menegaskan, apa yang dilakukannya bersama Satpol PP dan petugas dari TNI Polri, semata-mata untuk mencegah praktik prostitusi terselubung di kos-kosan. "Jadi kami sengaja melakukan razia ini. Sebab tidak menutup kemungkinan kos-kosan disini sama dengan kos-kosan yang berada d Tebet," tandas Camat Jagakarsa yang akrab disapa Fidi.

Tidak ada tindakan khusus dalam sidak tersebut. Aparat hanya mencatat nama-nama penghuni kos untuk kemudian dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi hal yang sama.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, sebuah kos-kosan di kawasan Tebet Utara, Jakarta Selatan, Boarding House dijadikan sebagai lokalisasi terselubung. Para penghuni dikosan tersebut sebagian besar bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Di kos itu juga seorang PSK Online Deudeuh Alfisahrin yang akrab disapa Mpih tewas dibunuh pelanggannya.

Polisi sudah melakukan prarekonstruksi yang melibatkan tersangka pembunuh Mpih, MPS (24). Dalam prarekonstruksi beberapa waktu silam, pelaku memperagakan 5 adegan membunuh Mpih. Pelaku mengaku tersinggung kepada Mpih lantaran janda satu anak itu menyebut dirinya bau badan. (bhd)

Baca Juga:

Apes, Pacaran di Kamar Kos Digerebek Aparat

Kata Pak Camat Belum Ada Pelacuran Terselubung di Jagakarsa

Guru Besar UIN Yogyakarta: Lokalisasi Pelacuran Logika Tolol

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT