Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatoogi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sebagian wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau lebih Panjang karena dampak El Niño. Makanya dari perkiraan tersebut, beberapa wilayah akan mengalami kekeringan hingga di 61,91 persen dari luas daratan Indonesia saat ini sedang mengalami musim kemarau.

Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari. HTH terpanjang saat ini di wilayah Bantul yaitu 131 hari sama dengan lebih dari 4 bulan.

Rekomendasi BMKG Mitigasi Musim Kemarau Lebih Panjang di Beberapa Wilayah untuk Berbagai Sektor

Baca juga:

BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan

1. Sektor Pangan

BMKG mengusulkan pelaku petani menyusun jadwal tanam dan varietas tanaman yang memiliki siklus tanam lebih pendek serta upaya pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

Air hujan yang jarang turun memerlukan perhatian khusus agar lebih berhemat dalam memanfaatkannya menambah kapasitas tampung pada skala rumah tangga serta mengatur inflow dan elevasi waduk serta pelepasan air secara proporsional untuk operasional PLTA.

Sementara rekomendasi bagi pemerintah daeraha adalah mengidentifikasi potensi cekungan air tanah dan lokasi sumur bor, serta mengoptimalkan pengelolaan drainase dan konservasi air secara berkelanjutan.

2. Sektor Lingkungan dan Kesehatan

BMKG merekomendasikan agar adanya mekanisme respons terhadap kondisi kualitas udara yang kurang sehat berkepanjangan akibat mundurnya awal musim hujan, mengoptimalkan sirkulasi udara ruangan untuk menurunkan kelembapan saat musim hujan. Mencegah adanya sarang nyamuk lewat pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan larvasidasi.

Adanya fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus demam berdarah dan penyakit akibat genangan pasca hujan atau banjir.

BMKG juga mengingatkan waspada terhadap kekeringan dan karhutla sepanjang September-Oktober. Tidak lupa mengoptimalkan sistem drainase dan kesiapan evakuasi mengantisipasi bencana banjir dan longsor pada awal dan puncak musim hujan. (Tka)

Baca Artikel Asli